PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Masalah Pelik Pengguna Smartphone Menurut Google | PT RFB

e3193246-fdbb-4b08-9928-eb77d340db04_169

Jakarta, PT Rifan Financindo – Smartphone kian mewabah di seluruh dunia. Diandalkan dalam kehidupan sehari-hari, tentu ada beberapa masalah umum yang dihadapi oleh para pemakai smartphone. Salah satu yang patut diakui kadang bikin pusing adalah memori internal yang terbatas.

Ya, meski belakangan memori internal ponsel makin tinggi, tidak sedikit yang sering menghadapi masalah merasa kurang kapasitas untuk menyimpan beragam file. Dan masih banyak orang memakai smartphone dengan storage rendah.

“Banyak yang kehabisan ruang penyimpanan secara konstan. Satu dari tiga pengguna smartphone dapat warning soal ini, mereka bisa melihatnya setiap hari. Sulit dipercaya tapi terjadi di mana-mana,” kata Josh Woodward, Group Product Manager Google menjelang kick off Google I/O 2018 yang dihadiri langsung detikINET di Mountain View, California, Amerika Serikat.

Tim Google pun berpikir memberi solusi masalah tersebut, yakni dengan merilis aplikasi bernama Files Go. Dapat didownload bebas di Play Store, aplikasi ini membantu user menghapus file atau aplikasi yang tak perlu, dengan user interface yang mudah digunakan.

Kenapa Google sampai niat mengatasi persoalan tersebut? Karena masalah storage internal terbatas banyak dihadapi user di negara yang dikategorikan Google sebagai next billion user.

Sesuai namanya, Google berambisi agar penduduk di negara-negara tersebut makin banyak dan makin dimudahkan kala mengakses internet, khususnya via ponsel.

Selain aplikasi Files Go, tim Next Billion User juga membuat aplikasi sejenis lain, yakni Datally yang dapat membantu menghemat data. Karena di negara next billion user yang terdiri dari India, Indonesia, Meksiko, sampai Brasil, banyak yang sangat perhatian soal kuota data.

Datally cukup unik, aplikasi ini langsung memunculkan berapa konsumsi data aplikasi ketika seseorang mengaksesnya. Misalnya ketika membuka Instagram, akan muncul semacam pop up yang berisi hitungan berapa data yang dihabiskan user saat eksplorasi foto-foto di sana.

Khusus di India, ada pula aplikasi pembayaran mobile bernama Tez. Cukup bermodal smartphone, orang bisa melakukan pembayaran atau berutang secara instan. Pada intinya, aplikasi ini menjadi jembatan rekening bank masing-masing pengguna.

Penduduk di negara next billion banyak yang mengakses internet pertama kali di smartphone. Bahkan mungkin, smartphone menjadi satu-satunya perangkat yang mereka gunakan untuk berselancar di dunia maya.

“Mereka banyak yang mobile first, bahkan dalam banyak kasus mereka mobile only. Ada pergerakan seperti itu,” kata Dave Shapiro, Chief Business Officer Google dalam kesempatan yang sama.

Dikatakannya, hal itu membuat Google memperhatikan dengan seksama apa saja kebutuhan para pengguna perangkat mobile dan membuat produk-produk yang diperlukan dari nol.

Selain aplikasi, ada pula inisiatif Google Station, yakni menyediakan WiFi gratis di tempat-tempat strategis seperti di stasiun kereta. Semuanya tentu bermuara agar semakin banyak orang mengakses internet dan tentu saja menggunakan layanan Google.

sumber: detik