PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Masih Tertekan, Rupiah Melorot ke Kisaran Rp 13.150 Per Dollar AS

0800374-uang-rupiah-780x390

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Di tengah relatif positifnya pasar atas keputusan Bank Indonesia menetapkan BI Rate yang tidak berubah, tekanan tetap dihadapi rupiah, Rabu (20/5/2015).

Pada awal perdagangan di pasar spot, seperti dikutip dari data Bloomberg, pada pukul 09.00 WIB mata uang Garuda melemah ke posisi Rp 13.165 per dollar AS, dibandingkan penutupan kemarin pada 13.098.

Penguatan indeks dollar AS di pasar global menjadi sentimen eksternalnya. Rupiah melemah semenjak pembukaan kemarin pagi bersama dengan mata uang lain di Asia tetapi berhasil menguat di penghujung hari setelah BI rate diumumkan tetap.

BI tidak memangkas BI rate tetapi meluncurkan kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan pinjaman yang lebih cepat.

Menurut Riset Samuel Sekuritas Indonesia, pernyataan BI menunjukkan kekecewaan terhadap pertumbuhan di triwulan I-2015 dan seakan menyalahkan rendahnya serapan anggaran infrastruktur pemerintah. Rupiah pun berpeluang tertekan hari ini dengan indeks dollar AS yang semakin kuat.

“Akan tetapi pernyataan yang dovish dari notulensi FOMC dini hari nanti bisa mengembalikan sentimen pelemahan dollar AS di pasar global,” demikian riset Samuel, pagi ini.

Indeks dollar AS menguat tajam menjelang rilis notulensi FOMC meeting dini hari nanti. Penguatan itu terutama dipicu oleh membaiknya angka building permits serta housing starts AS.

Membaiknya neraca perdagangan Zona Euro gagal membawa sentimen penguatan ke euro setelah angka inflasi belum berhasil beranjak dari 0,0 persen secara tahunan. (BEN)

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/