PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Mengejutkan! Alasan NSA dan FBI Sulit Bongkar iPhone 5C

Mengejutkan! Alasan NSA dan FBI Sulit Bongkar iPhone 5C

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Masih ingatkah Anda dengan peristiwa serangan teroris di San Bernardino yang berujung pada perseteruan antara Federal Bureau of Investigation (FBI) dengan Apple?

Cukup lama tak terdengar kabarnya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (NSA) kini muncul dengan pengakuan yang mengejutkan.

Berbicara dalam sebuah konferensi pers teknologi militer, Deputy Director NSA Richard Ledgett membuka topik dengan pembahasan seputar peristiwa San Bernadino beberapa waktu lalu.

Ia pun juga memberi penjelasan mengapa FBI tidak bisa mengakses iPhone 5C milik tersangka Syed Farook.

Menurut Ledgett hal ini bukan karena NSA tidak paham atau gaptek dengan teknologi. Tapi lebih kepada lengahnya para penegak hukum di AS akan perangkat Apple ini.

NSA menjelaskan jika iPhone 5C merupakan ponsel keluaran Apple yang tidak populer dan tidak masuk dalam radar mereka. Sehingga NSA pun lantas mengabaikan penelitian akan model ponsel tersebut karena dianggap toh orang-orang di AS lebih memilih model lain ketimbang iPhone 5C.

“Kami tidak meneliti semua ponsel, semua variasi ponsel. Jika tidak ada orang jahat yang menggunakannya, kami tidak akan melakukannya,” ujar Ledgett dikutip detikINET dari BGR, Senin (13/6/2016).

Dengan sumber daya yang terbatas, pihak NSA dimengerti harus fokus hanya beberapa perangkat. Dan benar apa kata Ledgett, meneliti semua jenis ponsel dan sistem operasi yang melenggang di pasar akan membuang-buang waktu.

Dan sebagai catatan, iPhone 5C memang sangat tidak populer di kalangan manapun. Bahkan Tim Cook sendiri mengakui bahwa ia awalnya tidak mengira bahwa handset itu akan dijual Apple.

 

Sumber: Detik