PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Menjelajahi Hutan Perawan Papua, Ini 5 Tipsnya!

170710_trek

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Hutan Papua masih banyak yang perawan, alias belum terjamah. Pepohonannya lebat dan tidak ada tanda-tanda kehidupan manusia. Jika tertarik menjelajahinya, baca dulu 5 tips ini.

detikTravel pernah bertualang ke hutan perawan Papua, tepatnya di kawasan Pegunungan Tengah saat mendaki Puncak Carstensz di tahun 2015 lalu. Hutannya benar-benar lebat, tidak ada trek pendakian, dan harus buka jalur.

Belum selesai, tanah di beberapa medan tertutup banyak ranting yang patah dari pohon entah karena binatang dan lain-lain yang pasti secara alami. Ranting-ranting itulah yang menjadi pijakan untuk berjalan. Jika pijakan terlalu kuat, kaki akan nyeblos ke bawah dan mengakibatkan cedera.

Berikut, 5 tips untuk menjelajahi hutan perawan Papua yang disusun detikTravel, Rabu (13/7/2016):

1. Cari pemandu lokal

Masuk ke hutan perawan Papua tanpa warga setempat yang menjadi pemandu, sama saja dengan bunuh diri. Merekalah tuan rumahnya, yang bisa memprediksi bagaimana kondisi di dalam hutan dan trek perjalanan.

Untuk memakai jasa mereka, tentu kita harus mengeluarkan uang. Anda pun harus kembali mengecek dan mengatur rincian biaya perjalanan kembali untuk membayar jasa mereka.

Ingat, patuhi apa yang mereka perintahkan. Jangan terpisah dan jangan coba-coba membuka jalur sendiri. Keselamatan adalah nomor satu!

2. Siapkan fisik dan mental

Menjelajahi hutan perawan Papua, tak bisa kita merencanakan minggu ini lalu berangkat minggu depan. Butuh perencanaan dan persiapan yang matang salah satunya soal fisik dan mental.

Anda bisa latihan terlebih dulu trekking ke hutan dan gunung-gunung yang lokasinya tak jauh domisili Anda. Rencanakan jadwal latihan tersebut secara rutin, jangan hanya cuma sekali.

Dengan berlatih seperti itu, kita akan mengenali batas kemampuan fisik diri. Sekaligus melatih mental, dengan terbiasa masuk ke dalam hutan dan trekking melewati medan yang berat.

3. Pintar mengelola logistik

Ketika sedang dalam perjalanan trekking di pedalaman hutan Papua, tentu kita sudah menyiapkan dengan cermat perhitungan logistik. Namun saat sedang di jalan, tak ada yang tahu kalau Anda ternyata butuh logistik lebih karena banyak membutuhkannya.

Lakukan perhitungan dengan cermat selama perjalanan, tepatnya saat sedang beristirahat. Pisahkan logistik, mana untuk menu makan pagi, camilan siang dan makan malam.

Jangan lupa, taruh logistik secara tepat di dalam tas. Lindungilah dengan plastik agar tidak basah saat terkena hujan deras dan jangan taruh di paling bawah karena bisa hancur tertimpa barang-barang lain.

4. Tinggalkan tanda

Saat perjalanan, ada baiknya Anda meninggalkan tanda. Tandanya ingat, jangan berupa plastik atau barang-barang lainnya karena nanti hanya akan menjadi sampah.

Tanda yang ditinggalkan, bisa seperti tumpukan batu atau goresan di batang pohon. Tanda itu akan berguna bagi Anda jika tersasar atau tertinggal dari rombongan.

Tanda itu pun, akan berguna bagi para petualang lainnya. Mereka bakal menggunakannya sebagai jejak atau menjadi arahan petunjuk agar tidak kesulitan saat di dalam hutan.

5. Nikmati perjalanan dan jangan merusak alam

Ini yang paling penting, nikmatilah perjalanan trekking selama menjelajahi hutan perawan Papua. Rasakan suasananya yang benar-benar alami dan potretlah tiap bentangan alam yang cantik yang Anda temui.

Memang, trekking di pedalaman Papua sangatlah melelahkan. Trek berupa perbukitan yang tak habis-habis, membuat kaki terasa sangat pegal. Lupakan rasa sakitnya, nikmati perjalanannya. Trekking di pedalaman hutan Papua adalah pengalaman yang seru, menegangkan dan tak terlupakan.

Eits, harap diingat juga untuk tidak merusak alam. Memang hutannya masih perawan dan tidak ada sampah, namun bukan berarti kita bisa membuang sampah sembarangan.

Siapkan kantung plastik sebagai tempat khusus untuk membuang sampah. Jangan tinggalkan sampah sedikitpun baik itu bungkus makanan, botol minuman atau sepuntung rokok.

Selamat menikmati hutan Papua, melihat keindahannya dan menjaga alamnya! (RifanFinancindo)

Sumber: Detik