PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Minyak Mentah WTI Catat Penurunan Diikuti Jenis Brent

oil

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun dari level tertingginya dalam tujuh hari terakhir karena meredanya kekhawatiran atas risiko gangguan pasokan di Timur Tengah. Minyak jenis Brent juga turun di London.
Kontrak berjangka turun sebanyak 0,7% di New York. Harga membukukan kenaikan mingguan kedua pada 26 September kemarin dan diperdagangkan turun terhadap Brent dalam setahun terakhir karena persediaan yang cukup serta melindngi pasar global dari kampanye militer AS terhadap Negara Islam. Terkait serangan terbaru yang dilakukan selama akhir pekan ini, pesawat Amerika Serikat, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyerang empat kilang modular di Suriah yang dikuasai oleh kelompok ekstremis, menurut Komando pusat Amerika.
WTI untuk pengiriman November turun sebanyak 62 sen ke level $ 92,92 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 92,99 pada 9:10 pagi waktu Singapura. Kontrak naik sebesar $ 1,01 ke level $ 93,54 pada 26 September, merupakan penutupan tertinggi sejak 17 September lalu. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 15% di atas rata-rata 100 hari. Harga mengalami penurunan sebanyak 3,1% di bulan ini dan 5,5% pada tahun 2014.
Minyak Brent untuk pengiriman November turun sebanyak 38 sen, atau 0,4%, ke level $ 96,62 per barel di ICE Futures Europe exchange. Acuan minyak mentah Eropa diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 3,75 dibanding WTI, selisih di akhir perdagangan kemarin sebesar $ 3,46 pada 26 September.
Sumber: Bloomberg