PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Minyak WTI Dekati Level Terendah 17 Bulan; Brent Stabil

minyak-wti

Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati harga terendah dalam lebih dari 17 bulan terakhir setelah data pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah meningkat untuk pekan kedua di kilang penyimpanan minyak terbesar AS. Brent stabil di London.
Minyak berjangka stagnan di New York setelah jatuh 0,5% kemarin. Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, naik sebesar 315.000 barel menjadi 20,5 juta pekan lalu, Energy Information Administration (EIA) melaporkan kemarin. Tidak ada desakan dari Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) untuk mengurangi produksi minyak bahkan seiring pasar kelebihan pasokan, menurut Morgan Stanley.
WTI untuk pengiriman November berada di level $ 90,98 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik 25 sen, pada 9:13 pagi waktu Singapura. Kontrak turun 43 sen menjadi $ 90,73 kemarin, penutupan terendah sejak 23 April 2013. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah 89% di atas rata-rata 100 hari. Harga telah turun 7,6% tahun ini.
Minyak jenis Brent untuk pengiriman November adalah 14 sen lebih tinggi berada pada level $ 94,30 per barel di ICE Futures Europe exchange. Mengalami penurunan sebesar 51 sen menjadi $ 94,16, merupakan level terendah sejak 28 Juni 2012. Acuan minyak mentah Eropa diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 3,36 dibanding WTI.
Stok minyak mentah di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia, mengalami penurunan sebesar 1,36 juta barel menjadi 356.600.000 dalam pekan yang berakhir 26 September kemarin, ungkap EIA, Badan Statistik Departemen Energi. Pasokan diperkirakan naik sebesar 1,5 juta, menurut survei Bloomberg terhadap para analis.
Sumber: Bloomberg