PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Minyak WTI Stabil; Brent Catat Gain Pertama Kalinya di Tiga Hari Terakhir

minyak wti

 

Minyak mentah Brent naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir di tengah spekulasi bahwa meningkatnya ketegangan di Ukraina dapat mengganggu pasokan ke Eropa dari Rusia, eksportir energi terbesar di dunia. Minyak West Texas Intermediate (WTI) stabil di New York.
Kontrak berjangka naik sebanyak 0,3% di London. Sementara itu pihak Ukraina mengatakan akan menekan dengan operasi militernya terhadap separatis pro-Rusia setelah pasukannya merebut kembali wilayah bandara Donetsk dan menimbulkan kerugian pada pemberontak. Stok minyak mentah AS mungkin meningkat sebesar 250.000 barel pekan lalu, rebound dari penarikan terbesar sejak Januari lalu, menurut survei Bloomberg News jelang laporan EIA (Energy Information Administration) besok.
Brent untuk pengiriman Juli naik sebanyak 33 sen ke level $ 110,35 per barel di ICE Futures Europe yang berbasis di London berada di level $ 110,32 pada 11:24 siang waktu Sydney. Kontrak tersebut turun 30 sen menjadi $ 110,02 kemarin. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan sekitar 46% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah naik 2,1% bulan ini.
WTI untuk pengiriman Juli 14 sen lebih tinggi pada level $ 104,25 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Acuan minyak mentah AS berada di $ 6,11 untuk Brent. Spread menyusut ditutup pada level $ 5,91 kemarin.
Stok bensin di AS, konsumen minyak terbesar di dunia, mungkin meningkat sebesar 250.000 barel dalam pekan yang berakhir 23 Mei, menurut estimasi rata-rata dari delapan analis yang disurvei oleh Bloomberg. Persediaan di kilang, termasuk minyak pemanas dan diesel, diperkirakan telah turun sebesar 200.000 barel.
Sumber: Bloomberg