PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Minyak WTI Stabil; Brent Turun Jelang Data Manufaktur China

Minyak wti naik

Minyak mentah Brent turun untuk ketiga kalinya dalam empat hari terakhir jelang data manufaktur dari China, yang merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia. Sementara West Texas Intermediate (WTI) stabil di New York.
Kontrak berjangka turun sebanyak 0,5% di London. Indeks output pabrik China mungkin berada di angka 50 pada September, sebuah survei Bloomberg News menunjukkan sebelum pembacaan awal dari HSBC Holdings Plc besok. Itu akan turun dari pembacaan 50.2 untuk Agustus. Libya memompa minyak mentah sebanyak 700.000 barel per hari setelah produksi dipangkas di ladang minyak terbesarnya Sharara, menurut National Oil Corp.
Minyak jenis Brent untuk pengiriman November turun sebanyak 49 sen ke level $ 97,90 per barel di ICE Futures Europe exchange dan berada di level $ 97,91 pada 11:27 pagi waktu Sydney. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 42% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah mengalami penurunan sebanyak 12% di tahun ini.
Minyak WTI untuk pengiriman Oktober, yang berakhir hari ini, turun 20 sen ke level $ 92,21 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak November yang lebih aktif adalah 23 sen lebih rendah pada level $ 91,42. Acuan minyak mentah AS turun sebesar $ 6,50 terhadap minyak Brent untuk bulan yang sama, dibandingkan dengan selisih kemarin sebesar $ 6,74 pada 19 September lalu.
Sumber: Bloomberg