PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Mugabe, Diktator Tertua Zimbabwe yang Menolak Lengser | PT RFB

2350155a-9f7c-4f86-8068-e64852cf119a_169

Jakarta, PT Rifan Financindo – Presiden tertua di dunia, Robert Mugabe, belum juga menyerah pada sejumlah tekanan. Mulai dari militer hingga aksi ratusan ribu warga Zimbabwe yang turun ke jalan, maupun pencopotannya dari Ketua Partai Zimbabwe African National Union – Patriotic Front (ZANU-PF). Mugabe bergeming.

Ancaman Panglima Angkatan Bersenjata Zimbabwe Jenderal Constantino Chiwenga, untuk melakukan intervensi setelah Mugabe memecat Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa, Senin (6/11) terbukti. Setelah memecat Mnangagwa, Mugabe lalu melantik istrinya, Grace, 52 tahun, sebagai wakil Presiden.

Militer pun bertindak. Pada Selasa (1/4/11), tentara menguasai jalanan di Ibukota Harare, stasiun televisi dan radio pemerintah, serta menempatkan Mugabe menjadi tahanan rumah. Mereka membujuk agar Mugabe mengundurkan diri sebagai Presiden dan membiarkan pemerintahan sementara merencanakan pemilu.

Namun hingga Senin (20/11), Mugabe menolak lengser.

Mugabe, 93, merupakan diktator tertua dan satu-satunya pemimpin Zimbabwe yang memerintah sejak negara itu merdeka dari jajahan Inggris pada 1980. Sempat menjadi perdana menteri, Mugabe dilantik sebagai presiden pada 1987. Sejak saat itu, dalam setiap pemilu yang pernah digelar di negara ini, Mugabe selalu keluar sebagai pemenang, menghadapi berbagai tantangan dari kelompok oposisi.

Mugabe ahir pada 21 Februari 1924 di Kutama, Rhodesia Selatan (sekarang bernama Zimbabwe), wilayah yang saat itu masih dijajah Inggris. Sempat pindah dan berprofesi sebagai guru di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Mugabe pulang ke kampung halamannya dan menemukan bahwa puluhan ribu warga kulit hitam terusir dan tak boleh berada di pemerintahan sementara populasi keturunan kulit putih semakin meningkat. Kerusuhan pun tak terhindarkan.

Pada 1963, Mugabe bergabung dengan Partai Zimbabwe African National Union (ZANU) dan menjadi salah satu tokoh yang vokal menentang melawan pemerintahan kulit putih di Rhodesia. Mugabe sempat dijebloskan ke penjara pada 1964 hingga 1974, karena menyuarakan pemberontakan.

Pada akhir perang tahun 1979, Mugabe disanjung sebagai pahlawan. Ia memenangi pemilihan umum pada 1980, karena menyerukan rekonsiliasi antara pihak yang bertikai, termasuk warga Zimbabwe keturunan kulit putih dan sejumlah partai politik. Memenangkan hati rakyat, Mugabe terpilih sebagai perdana menteri ketika Zimbabwe resmi merdeka pada April 1980.

Memimpin Zimbabwe, Mugabe berhasil menyingkirkan sejumlah rival politiknya, termasuk Joshua Nkomo, pemimpin suku minoritas Ndebele di Provinsi Matabeleland. Pemerintahannya diwarnai tudingan genosida ketika setidaknya 20 ribu warga suku Ndebele tewas dan dikubur secara masal pada periode 1982-1985.

Dikutip dari Biography.com, Mugabe mengkonsolidasikan kekuasaannya pada Desember 1987, ketika dia dilantik sebagai presiden oleh parlemen. Mugabe memiliki kekuasaan penuh dengan menjadi kepala negara, kepala pemerintahan, sekaligus komandan tertinggi angkatan bersenjata, yang mampu membubarkan parlemen dan mengumumkan keadaan darurat, menurut catatan CNN.

Sejak tahun 2000, Mugabe menyetujui amandemen konstitusi yang menyerukan agar Inggris membayar uang ganti rugi atas sejumlah lahan yang mereka rampas dari warga kulit hitam sejak zaman penjajahan. Amandemen ini memungkinkan pemerintah merampas tanah atau peternakan komersial milik warga kulit putih.

Serangkaian aksi kekerasan pun tak terhindarkan, membuat warga kulit putih hengkang dari Zimbabwe, pasokan makanan berkurang, serta berujung pada inflasi dan krisis ekonomi, menurut catatan History.com. Para kritikus menilai kebijakan Mugabe menjerumuskan perekonomian Zimbabwe hingga mengalami resesi selama delapan tahun.

Popularitas Mugabe kian menurun hingga pada pemilu tahun 2008 ia kalah dalam pilpres dari rivalnya, Morgan Tsvangirai, pemimpin partai oposisi Gerakan Perubahan Demokrasi. Mugabe tak ingin melepaskan kekuasannya, namun ditekan oleh sejumlah sekutu regionalnya sehingga ia terpaksa berbagi pemerintahan dengan Tsvangirai, melalui sebuah kesepakatan bersama.

Mugabe kembali keluar sebagai pemenang pada pemilu presiden 2013, memberinya kekuasaan untuk menjabat satu periode lagi, yaitu selama lima tahun. Mugabe otomatis akan menjadi kandidat presiden dari Partai ZANU-PF pada pemilihan umum 2018.

Mugabe sendiri terakhir kali terpilih pada 2014 untuk memimpin partainya selama satu masa jabatan, yaitu lima tahun. Dengan demikian, Mugabe otomatis akan menjadi kandidat presiden dari Partai ZANU-PF pada pemilihan umum 2018.

Jika memenangkan pemilu tersebut, ia akan kembali memimpin hingga berusia 99 tahun. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Zimbabwe, ZBC TV, pada akhir Maret lalu, Mugabe bahkan mengaku ingin hidup hingga 100 tahun.

“Mengapa harus ada penerus? Saya masih di sini. Saya tidak pernah mengatakan ingin menjadi kandidat untuk pensiun,” ujar pria yang telah memimpin Zimbabwe selama 36 tahun ini.

Sejak akhir 2014, Mugabe menuding wakilnya, Joice Majuru, menyusun rencana untuk menggulingkannya. Mujuru akhirnya mendirikan partai baru setelah dipecat oleh Mugabe. Menurut Mugabe, tujuan utama pendirian partai Mujuru adalah untuk menjegal ZANU-PF.

Menginjak tahun ke-36, pemerintahan Mugabe masih dilanda krisis ekonomi dan bahkan berencana untuk memecat 25 ribu pegawai negeri sipil, akibat negara kesulitan membayar gaji dan tunjangan mereka. Kondisi ekonomi yang mengerikan di negara itu telah mendorong protes besar-besaran oleh kelompok guru, dokter dan perawat.

Pemerintah Zimbabwe pun bereaksi atas aksi tersebut dengan membatalkan rencana pemecatan dan pemangkasan bonus, menyusul semakin maraknya aksi demontrasi dari para pemuda yang terkordinir melalui media massa.

sumber: cnnindonesia