PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Omzet Turun 15%, Pengusaha Ritel Banting Harga

093220_executive420

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Pengusaha ritel harus memutar otak agar barang dagangannya tetap laku di tengah turunnya? daya beli masyarakat. Berbagai cara dilakukan termasuk dengan memberikan diskon dan banting harga.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menuturkan, mau tidak mau pengusaha harus pintar-pintar menggunakan strategi dagang yang lebih canggih dalam kondisi ini.

“Kita hanya bisa kreatif, marketing, merayu orang agar berbelanja. Lalu didiskon. Tapi terkadang apa yang mau didiskon kalau orangnya tetap tak ada uang,” tutur Tutum kepada detikFinance, Kamis (27/5/2015).

Hingga triwulan pertama ini, Tutum mengaku pengusaha toko ritel rata-rata mengalami penurunan omzet 10 sampai 15%. Alhasil, agar usaha terus belanjut, pengusaha mengambil margin yang lebih tipis agar barang tetap laku.

“Bisa banting harga mau tidak mau, karena barang ini harus muter terus, kita mengambil marginnya lebih sedikit dari biasanya,” tutur Tutum.

Dikatakannya, hal itu terjadi untuk barang-barang non makanan, seperti baju, barang elektronik dan lainny. Karena Tutum menilai, kebutuhan pokok seperti makanan tetap akan dibeli meski harganya tak turun.

“Baju itu perlu didiskon, jadi yang non food, karena makanan akan tetap dibeli,” tutupnya.

Namun Tutum tidak menyebut, berapa diskon atau sampai kisaran berapa prosesntase banting harga yang dilakukan pengusaha.

“Setiap barang kan beda-beda,” tutupnya.

Sumber: http://finance.detik.com/