PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Pasar Saham Global dan Regional Beri Sentimen Negatif

Pasar Saham Global dan Regional Beri Sentimen Negatif
Jakarta, Rifan Financindo Berjangka?- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin anjlok 67 poin di perdagangan perdana 2016. Aksi jual ramai terjadi akibat sentimen negatif dari jatuhnya pasar saham China.

Mengakhiri perdagangan perdana 2016, Senin (4/1/2016), IHSG ditutup jatuh 67,089 poin (1,46%) ke level 4.525,919. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 9,831 poin (1,24%) ke level 782,202.

Wall Street menutup perdagangan perdana 2016 dengan koreksi tajam. Lesunya ekonomi China menjadi kekhawatiran akan melambatnya perekonomian dunia tahun ini.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones anjlok 276,09 poin (1,58%) ke level 17.148,94, Indeks S&P 500 jatuh 31,28 poin (1,53%) ke level 2.012,66 dan Indeks Komposit Nasdaq terjun 104,32 poin (2,08%) ke level 4.903,09.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan mengalami tekanan. Sentimen negatif yang beredar dari pasar global dan regional akan memberi tekanan ke pelaku pasar.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 107,20 poin (0,58%) ke level 18.343,78.
  • Indeks Straits Times berkurang 2,25 poin (0,08%) ke level 2.833,72.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi signifikan di tengah pelemahan bursa global di perdagangan pertama awal tahun ini. Indeks turun sebesar -67 poin (-1,46%) ke 4.525

Seiring dengan penurunan Indeks global yang dipicu penurunan Indeks Shanghai. IHSG hari ini berpotensi untuk terkoreksi dengan support di 4.409.

Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.409 sampai dengan 4.540

Indeks bursa AS ditutup turun. DJIA -1,58%, S&P500 -1,53% dan Nasdaq -2,08%. Indeks saham di Eropa ditutup bervariasi. Indeks FTSE100 di Inggris -2,39%,

Indeks DAX di Jerman -4,28% dan CAC di Perancis -2,47%. Dari Asia, Indeks Hang Seng di Hong Kong -2,68 % , indeks Nikkei225 di Jepang -3,06%.

Emas ditutup di US$ 1.073 per troy ounce atau 1,26%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ -0,19 per barel atau -0,51%.

First Asia Capital
Perdagangan saham di awal tahun didominasi aksi jual terimbas sentimen negatif kawasan Asia setelah pasar saham China anjlok hingga 7% kemarin. IHSG akhirnya gagal melanjutkan tren penguatannya dan tutup koreksi 67,089 poin (1,5%) di 4525,919. Perdagangan berlangsung dengan volume dan nilai transaksi yang tipis hanya Rp2,8 triliun di Pasar Reguler. Koreksi IHSG kemarin lebih banyak terimbas sentimen negatif pasar saham kawasan Asia setelah data manufaktur China akhir 2015 lalu kembal mengindikasikan kontraksi. Indeks Manufacturing PMI China Desember 2015 lalu di 49,7 di bawah perkiraan sebelumnya 49,9.

Lemahnya aktivitas manufaktur China kembali menekan mata uang China Yuan ke level terendah dalam lima tahun terakhir sehingga berdampak buruk bagi pelemahan mata uang rupiah. Nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin melemah 0,82% di Rp13943 Pasar juga mengkhawatirkan meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah setelah Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Berbagai sentimen negatif tersebut telah memicu aksi ambil untung di pasar saham terutama atas sejumlah saham sektoral yang berbasiskan komoditas. Meningkatnya resiko pasar, dipicu faktor China dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, tadi malam juga berimbas pada perdagangan saham di belahan bumi utara.

Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing anjlok 1,58% dan 1,53% tutup di 17148,94 dan 2012,66. Di zona Euro indeks Eurostoxx anjlok 3,14% di 3164,76. Harga minyak mentah tadi malam di AS melemah 0,38% di USD36,90/barel dan harga emas menguat 1,30% di USD1074/t.oz. Pasar global kembali dikhawatirkan dengan lemahnya prospek pertumbuhan ekonomi global setelah data aktivitas manufaktur China dan AS yang keluar mengindikasikan terjadinya kontraksi. Indeks ISM Manufacturing PMI AS Desember 2015 lalu turun ke level terendahnya sejak Juni 2009 yakni di 48,2 di bawah estimasi 49,1 dan angka bulan sebelumnya 48,6.

Meningkatnya resiko pasar global dan kawasan akan kembali memicu pemodal menghindari aset beresiko. IHSG pada perdagangan hari ini akan kembali didominasi aksi jual di tengah minimnya insentif positif. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4450 hingga 4550 cenderung melanjutkan koreksi.

Sumber:?http://finance.detik.com/