PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Pasar Tenaga Kerja Inggris Melambat | PT Rifan Financindo Berjangka

ca6d2f30f954448b6203b3791d110621

Jakarta,┬áRifan Financindo Berjangka –┬áPasar tenaga kerja Inggris kehilangan momentum dan terlihat tanda-tanda meningkatnya tekanan pada pendapatan rumah tangga seiring meningkatnya inflasi.

Jumlah orang bekerja naik 106.000 di kuartal ini hingga Agustus, turun dari kenaikan di atas 170.000 dalam beberapa bulan terakhir, Kantor Statistik Nasional di London, Rabu.

Gain itu cukup untuk menjaga tingkat pengangguran berada di level terendah 11-tahun di level 4,9 persen, namun pertumbuhan upah riil melambat ke level terendah sejak awal 2015. Sementara pertumbuhan pendapatan bertahan tepat di atas 2 persen, inflasi berakselerasi seiring pelemahan pound mendorong naik harga impor.

Tertekannya pendapatan rumah tangga dapat merusak belanja konsumen dan mengurangi pertumbuhan ekonomi Inggris. Bank of England telah mengindikasikan bahwa ia mungkin akan melakukan pelonggaran kebijakan lebih lanjut untuk mendukung ekonomi setelah pemungutan suara Brexit. Lebih dari 70 persen dari ekonom dalam survei Bloomberg mengharapkan penurunan suku bunga pada 3 November nanti.

Meskipun ekonomi telah terangkat lebih baik dari yang diharapkan sejak pemilihan Juni lalu untuk keluar dari Uni Eropa, perlambatan tajam diperkirakan akan terjadi pada tahun depan dengan perusahaan-perusahaan sudah melaporkan pemotongan dalam perekrutan dan rencana investasi.

Pengangguran naik 10.000 menjadi 1,66 juta dalam tiga bulan terakhir, kenaikan pertama sejak Februari. Klaim pengangguran – Indeks untuk pengangguran – naik untuk bulan kedua.

Pertumbuhan upah basic berakselerasi menjadi 2,3 persen dari 2,2 persen, sementara total gaji melambat menjadi 2,3 dari 2,4 persen.

Pertumbuhan gaji regular yang disesuaikan dengan inflasi hanya sebesar 1,7 persen, tercatat sebagai yang terendah sejak Februari 2015. Dengan beberapa ekonom memprediksi inflasi bisa berada di rata-rata 3 persen pada tahun 2017, jauh di atas target 2 persen dari BOE, tekanan pada pendapatan rumah tangga bersiap untuk diintesifkan.

 

RifanFinancindo