PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Pelaku Pasar Saham Menanti Pengumuman BI Rate

Pelaku Pasar Saham Menanti Pengumuman BI Rate

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin terpangkas 30 poin di tengah sepinya transaksi. Aksi jual investor asing membuat IHSG terjebak di zona merah.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (16/11/2015), IHSG ditutup terpangkas 30,658 poin (0,69%) ke level 4.442,180. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 6,407 poin (0,84%) ke level 756,484.

Wall Street menguat hingga lebih dari satu persen di awal pekan. Tragedi di Paris diperkirakan tidak berimbas kepada bisnis perusahaan-perusahaan AS.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones menanjak 1,38% ke level 17.482,61 dan Indeks S&P 500 menguat 1,49% ke level 2.053,17. Indeks Komposit Nasdaq melompat 1,15% ke level 4.984,62.

Hari ini IHSG diperkirakan akan menguat terbatas. Investor menanti pengumuman BI Rate siang nanti meski diprediksi tetap tak berubah.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melesat 257,25 poin (1,33%) ke level 19.650,94.
  • Indeks Straits Times naik 19,51 poin (0,67%) ke level 2.935,24.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Senin (16/11) IHSG turun 31 poin (-0,69%) ke level 4.442,18 dengan nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp 2,8 triliun rebound dari level terendah intraday didukung rebound dari saham-saham perbankan.

Seluruh sektor mengalami penurunan dipimpin oleh sektor misc-industry dan mining di mana 85 saham mengalami kenaikan, 188 saham mengalami penurunan, 76 saham tidak mengalami perubahan dan 248 saham tidak diperdagangkan.

Saham-saham yang menjadi pendorong bursa a.l. ASII, BMRI, TLKM, CPIN dan INTP di mana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 408,8 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing a.l. BBRI, ASII,
BMRI, BBNI dan PTBA.

Secara teknikal, IHSG turun namun dengan volume rendah dan tertahan support MA50. Stochastic positif sementara RSI dan MACD flat.

Hari ini (17/11) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas di kisaran 4.415-4.500 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. LPPF, GGRM, LPKR, GJTL dan TELE.

Rupiah (16/11) ditutup melemah ke level 13.725 dan hari ini (17/11) diperkirakan akan bergerak di kisaran 13.618-13.781 dengan kecenderungan menguat.

First Asia Capital
Aksi jual mendominasi transaksi saham dengan nilai transaksi yang tipis pada perdagangan kemarin. IHSG sempat koreksi 76 poin sebelum akhirnya membaik ditutup hanya koreksi 30,658 poin (0,68%) di 4442,180. Nilai transaksi menyusut di Pasar Reguler hanya mencapai Rp2,8 triliun jauh menurun dibandingkan rata-rata harian pekan lalu Rp3,8 triliun. Sedangkan aksi jual asing masih berlanjut dengan penjualan bersih mencapai Rp425,84 miliar kemarin. Koreksi IHSG terutama terimbas sentimen negatif pasar kawasan setelah pemodal menghindari aset beresiko seiring meningkatnya resiko pasar saham global menyusul serangan teroris di Paris akhir pekan lalu yang memperburuk outlook perekonomian global.

Sedangkan dari domestik sentimen negatif muncul dari data perdagangan Oktober yang mencatatkan penurunan kembali ekspor dan impor sehingga turut memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi 4Q15. Ekspor Oktober Indonesia turun 4% (mom) dan 20,98% (yoy). Sedangkan impor Oktober 2015 turun 4,27% (mom) dan 27,81% (yoy). Nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin kembali melemah 0,7% di Rp13732 ssetelah dolar AS kembali menguat atas mata uang emerging market. Sementara Wall Street tadi malam berhasil rebound setelah pelaku pasar mengabaikan faktor resiko prospek perekonomian global pasca seranagan teroris di Paris dan lebih memfokuskan pada prospek stimulus yang akan diambil. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing menguat 1,4% dan 1,5% tutup di 17483,01 dan 2053,19. Harga minyak mentah tadi malam rebound 1,5% di USD41,99/barel.

Pada perdagangan hari ini, dengan dukungan rebound pasar saham global dan kawasan, IHSG berpeluang bergerak di teritori positif dalam rentang konsolidasi. Sejumlah saham sektoral secara technical berada di area oversold terutama yang berbasiskan komoditas berpeluang rebound. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4410 hingga 4490 berpeluang rebound.

 

Sumber:?http://finance.detik.com/