PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Penduduk Amerika Yang Mengajukan Tunjangan Untuk Pengangguran Berkurang

ebd7a082463b69974eda03b1c5cd6402

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Pengajuan untuk tunjangan pengangguran AS secara tak terduga turun minggu lalu ke level terendahnya sejak pertengahan April, menandakan bahwa pasar tenaga kerja stabil di tengah ekonomi global yang goyah.

Klaim pengangguran turun 16.000 ke 254.000 dalam pekan yang berakhir pada 2 Juli, sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan hari Kamis di Washington. Perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg menyebutkan angka sebesar 269.000. Pengajuan tunjangan dapat tidak stabil di sekitar liburan, dan aplikasi diperkirakan untuk lima negara bagian dan Puerto Rico untuk periode sebelum Hari Kemerdekaan.

Manajer sumberdaya manusia memegang peranan pada tingkat staf berdasarkan pada prospek permintaan AS yang stabil bahkan terkait keputusan U.K. untuk meninggalkan Uni Eropa yang menyebabkan gejolak pasar keuangan. Pemutusan hubungan kerja bertahan di dekat posisi terendahnya empat dekade, sementara para ekonom membenahi penurunan baru-baru ini dalam perekrutan tenaga kerja menjelang laporan payrolls Juni hari Jumat besok.

“Perusahaan-perusahaan tidak ingin pekerjanya berhenti,” David Berson, kepala ekonom di Asuransi Nationwide di Columbus, Ohio, sebelum laporan tersebut. “Mereka tidak dapat menemukan pekerja berkualitas dengan pengangguran serendah ini, sehingga mereka berpegang pada yang mereka miliki, dan itu positif dari perspektif ekonomi.”

Jumlah aplikasi pekan lalu merupakan yang terendah sejak periode yang berakhir 16 April ketika hanya 248.000 klaim yang diajukan, paling sedikit sejak tahun 1973. Pengajuan telah berada di bawah 300.000, level dimana ekonom mengatakan dengan garis bawah merupakan pasar tenaga kerja yang sehat, untuk 70 minggu berturut-turut.

Estimasi dalam survei Bloomberg berkisar antara 255.000 sampai 275.000. Departemen Tenaga Kerja merevisi pembacaan pekan sebelumnya menjadi 270.000 dari awalnya yang dilaporkan sebesar 268.000.

Sementara ada yang tidak biasa dalam data, menurut Departemen Tenaga Kerja, klaim di negara-negara bagian berikut diperkirakan: Virginia, Wyoming, Nebraska, Kansas dan Hawaii.(mrv)

Sumber: Bloomberg