PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Peneliti Australia Kembangkan Vaksin Demensia

4a0b22d0-b6ae-4566-afca-f2caa886e568_43

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Penelitian untuk mengembangkan vaksin demensia sedang dilakukan di Australia. Diyakini dalam waktu 2-3 tahun, vaksin demensia sudah siap dan bisa digunakan oleh masyarakat luas.

Para peneliti dari Flinders University, Australia, bekerja sama dengan Institute of Molecular Medicine dan University of California, Amerika Serikat, melakukan pengembangan terhadap vaksin demensia. Vaksin ini diharapkan dapat mencegah terjadinya demensia pada seseorang sekaligus mengembalikan fungsi neuron pada pasien demensia stadium awal.

Profesor Nikolai Petrovsky dari Flinders University mengatakan demensia disebabkan oleh menurunnya kesehatan protein amyloid-beta (a-beta) dan tau di otak. Ketika dua protein ini akhirnya rusak, seseorang akan mengalami kesulitan untuk mengingat.

“Pasien demensia mengalami banyak kerusakan pada protein ini dan apa yang kami dapat lakukan. Tentunya dengan membuat sistem imun yang lebih baik agar protein yang rusak ini tidak mengganggu kerja otak Anda,” tutur Nikolai, dikutip dari ABC Australia.

Penelitian Nikolai dan rekan-rekannya sudah berhasil menghalau kerusakan pada protein a-beta. Untuk menghasilkan vaksin demensia yang ampuh, tentu saja protein tau yang ada di otak juga harus dilindungi.

Dalam penelitian kepada binatang, diketahui kerusakan pada protein tau akan lebih cepat jika protein a-beta dilindungi. Oleh karena itu, penelitian saat ini difokuskan untuk mencari cara agar protein tau bisa dilindungi dan tidak mengalami imbas dari membaiknya protein a-beta.

“Vaksin ini bisa diberikan pada orang berusia 50 tahun untuk mencegah terjadinya demensia. Namun berdasarkan hasil yang ada, kami berharap nantinyan vaksin ini juga bisa diberikan kepada pasien demensia stadium awal yang baru 2 atau 3 tahun memiliki gejala,” tambahnya lagi.

Nikolai menambahkan penelitian berjalan positif dan berharap dalam 2 atau 3 tahun vaksin ini sudah bisa beredar untuk masyarakat.

“Tentu saja kami masih harus melakukan penelitian kepada manusia. Tapi kami positif hasilnya akan bagus dan bisa dipasarkan dalam beberapa tahun ke depan,” tandasnya.