PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Peneliti Kembali Temukan Planet ‘Kembaran’ Bumi | PT Rifan Financindo

8d3ac92b-0665-40b5-aea4-4360e7a01614_169

Jakarta, PT Rifan Financindo – Pencarian planet layak huni di semesta maju selangkah setelah sebuah planet ‘kembaran’ Bumi kembali ditemukan. Faktor yang membuat planet baru ini mirip dengan Bumi adalah atmosfernya yang dianggap serupa.

Sejumlah ilmuwan menemukan planet terduga mirip Bumi ini di luar Tata Surya. Mereka menamai planet itu dengan kode GJ 1132b. Planet ini berjarak 39 tahun cahaya atau sekitar 370 triliun kilometer dengan Bumi. Dalam perhitungan antariksa, jarak itu tak begitu jauh.

Ukuran GJ 1132b tergolong superior atau biasa disebut Super-Earth. Peneliti memperkirakan besar planet tersebut 1,4 kali dari Bumi yang ditinggali manusia saat ini.

Dua hal yang membuatnya menarik bagi para peneliti adalah planet ini punya atmosfer yang cukup tebal, mirip dengan Bumi. Diperkirakan atmosfer yang menyelubungi planet asing itu terdiri dari uap air dan/atau metana.

“Satu kemungkinannya adalah planet itu merupakan planet air dengan atmosfer panas membara,” kata John Southworth, kepala peneliti dari Keele University seperti dikutip dari BBC, Minggu (30/4).

Ketebalan atmosfer planet itu sampai menghalangi para peneliti untuk mengintip tanda kimia dari planet yang biasa nampak ketika melintasi bintangnya.

Kendati punya atmosfer yang cukup tebal, hasil pengamatan Southworth menyebut suhu temperatur planet tersebut sangat tinggi ketimbang Bumi. Penelitiannya mencatat suhu permukaan di sana bisa mencapai 370 derajat celcius.

Bila dibandingkan dengan titik terpanas di Bumi yang ‘hanya’ mencapai 120 derajat celcius, suhu planet itu terlampau panas bagi manusia untuk tinggal di sana.

“Sepengetahuan saya, organisme Bumi dapat bertahan di temperatur terpanas 120 derajat celcius dan itu jauh leibh dingin dari planet (yang baru ditemukan) ini,” tutur Southworth.

Dengan suhu sedemikian panasnya, Southworth dan kawan penelitinya sangsi akan kesempatan manusia hidup di sana. Namun ia dan timnya bertekad mempelajari lebih lanjut tentang kemungkinan kehidupan di planet lain terutama yang punya atmosfer tebal seperti GJ 1132b yang juga tak terlalu jauh dari Tata Surya.

“Kalau saat ini ada teknologi yang bisa mendeteksi atmosfer maka kita bisa mendeteksi dan mempelajari atmosfer dari planet-planet yang mirip dengan Bumi di masa depan,” pungkas Southworth.

Atmosfer merupakan salah satu petunjuk bagi peneliti untuk menentukan apakah suatu planet bisa menyimpan potensi kehidupan di dalamnya.

Rifan Financindo Berjangka