PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Persiapan Mudik! Agar Tetap Sehat dan Aman, Ini Pesan Kemenke

mudik2011c368-174d-4e63-a823-a7733938862f_43

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Hari Raya Idul Fitri memang masih tiga minggu lagi. Meski begitu, persiapan mudik ke kampung halaman perlu dilakukan sejak sekarang.

Saat mudik, penumpukan orang di terminal, stasiun, bandara hingga jalan raya membuat orang rentan mengalami masalah kesehatan. Belum lagi risiko kecelakaan yang bisa saja terjadi karena berbagai faktor.

“Potensi kecelakaan dan masalah kesehatan saat mudik sebenarnya bisa dicegah. Ingatlah 15 pesan berikut agar mudik tetap sehat, aman dan selamat”, tutur Menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nila Farid Moeloek, di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, baru-baru ini.

Baca juga: Membawa Penumpang, Sopir Angkutan Umum Tak Boleh Diabaikan Kesehatannya

Dalam siaran pers yang diterima detikHealth, berikut 15 pesan Kemenkes agar mudik tetap sehat, aman dan selamat:

1. Siapkan fisik yang sehat dan prima sebelum mudik.
2. Periksa kondisi kelayakan kendaraan.
3. Tidak meminum obat-obatan atau minuman yang menyebabkan kantuk sebelum dan selama mengemudi.
4. Beristirahat selama 15 menit setiap telah mengemudi selama 4 jam.
5. Jangan paksakan mengemudi bila sudah lelah atau mengantuk.
6. Disiplin dan patuh rambu lalu lintas.
7. Kendalikan kecepatan kendaraan pada kondisi jalanan rusak, bergelombang, saat hujan, dan cuaca buruk.
8. Kendaraan tidak melebihi muatan yang layak.
9. Gunakan masker dan lindungi diri dari polusi udara.
10. Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal.
11. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum makan.
12. Konsumsi makanan dan minuman yang sehat.
13. Buanglah sampah pada tempatnya.
14. Tidak buang air kecil atau besar sembarangan, gunakan toilet yang tersedia.
15. Bila sakit, manfaatkan pos kesehatan terdekat.

Mengutip data Posko Operasi Ketupat tahun 2015 dari Korlantas Polri, telah terjadi penurunan kejadian kecelakaan saat mudik lebaran tahun 2014 dan 2015. Dari 3,337 kasus kecelakaan pada 2014 menjadi 3.048 kasus kecelakaan di 2015.

Jumlah kematian akibat kecelakaan pun cenderung menurun, dari 722 kasus pada 2014 menjadi 646 kasus di 2015. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Oscar Primadi berharap tahun ini jumlah korban akan terus berkurang berkat kehati-hatian pengemudi.

 

Sumber : Detik