PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Pertama Kali Sejak Juli 2009, Harga Minyak Jatuh di Bawah 60 Dollar AS

wti oil

NEW YORK, Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak AS jatuh di bawah 60 dollar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Juli 2009 pada perdagangan Kamis (11/12/2014) waktu setempat (Jumat pagi WIB). Harga emas hitam ini melorot 44 persen sejak Juni 2014 lalu.
Harga minyak sempat bertahan untuk hampir sepanjang perdagangan sebelum merosot lebih dari satu dollar AS dalam dua jam akhir perdagangan di New York Mercantile Exchange.
Pada penutupan, patokan AS minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, telah kehilangan 99 sen dari Rabu menjadi 59,95 dollar AS per barel.
Di London, minyak mentah Brent untuk Januari mengikuti pola yang sama, berakhir turun 56 sen menjadi 63,68 dollar AS per barel.
“Di bawah 60 dolar AS, kami melewati garis lain di sini,” kata James Williams, analis energi di WTRG Economics menanggapi harga WTI.
Dia mengatakan bahwa laporan stok minyak AS pada Rabu, dengan kenaikan dalam tingkat penyimpanan minyak mentah dan produk olahan, hanya menambah tekanan jual pada pasar global yang kelebihan pasokan.
“Ada banyak pasokan, lebih dari banyak. Kilang-kilang sedang berjalan dengan produksi penuh, produksi meningkat, dan masih terjadi peningkatan dalam minyak mentah,” ” kata dia.
“Dapat dibayangkan, kita bisa melihat minyak mentah akan di bawah 50 dollar AS untuk periode waktu singkat,” ucap dia.
“Pasar minyak mungkin oversold dari perspektif teknis, tetapi terus kekurangan dukungan fundamental untuk pembalikan berarti bagi kenaikan,” kata Tim Evans dari Citi Futures.
Harga minyak AS juga jatuh setelah Kuwait memangkas harga jual minyak mentah untuk pelanggannya di Asia.
Kuwait, produsen terbesar ketiga OPEC, menurunkan harga minyak mentah Januari untuk pelanggan Asia pada Rabu, menjadi anggota OPEC ketiga yang menawarkan diskon setelah Arab Saudi dan Irak.
Para pedagang berpendapat persaingan harga dari produsen minyak mentah akan menyeret harga yang lebih rendah.
Selain itu, menteri minyak Arab mempertanyakan kebutuhan untuk memangkas produksi. “Mengapa saya harus memotong produksi?” Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Al-Naimi mengatakan kepada wartawan, Rabu. “Ini adalah pasar dan saya jual di pasar. Mengapa saya harus memotong?” Dia mengatakan pasar akan mengoreksi dengan sendirinya.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang memproduksi sepertiga dari minyak mentah dunia, mempertahankan pagu produksi kolektif 30 juta barel per hari pada pertemuan di Viena, 27 November 2014 lalu.
Kartel itu menyatakan, dalam laporan bulanan pada Rabu bahwa pada 2015, pasokan minyak non-OPEC diperkirakan akan meningkat sebesar 1,36 juta barel per hari menjadi rata-rata 57,31 juta barel per hari.
Badan Informasi Energi AS (EIA), melaporkan, produksi minyak mentah AS mencapai 9,12 juta barel per hari untuk pekan yang berakhir 5 Desember.
EIA pada Selasa memangkas proyeksi harga minyak mentah sebesar 15 dollar AS dalam menanggapi keputusan OPEC dan meningkatnya produksi AS. EIA memperkirakan bahwa minyak mentah AS dan Brent masing-masing akan mencapai rata-rata 62,75 dollar AS dan 68,08 dollar AS pada 2015.
Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/