PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Pertamina Hadirkan Pelumas Standar Dunia dengan Berbagai Teknologi Modern | PT Rifan Financindo Berjangka

33c2baa5-ba3a-45ef-8006-52437d339b02

Jakarta,?Rifan Financindo Berjangka -?Jika Anda mengendarai mobil atau motor, pasti sudah tidak asing lagi dengan pelumas. Anda bisa memilih berbagai merek dan jenis pelumas di bengkel atau toko peralatan mobil/motor. Namun, Anda harus jeli dalam memilih pelumas. Ini dikarenakan pemilihan pelumas yang tidak tepat bisa membuat mesin kendaraan cepat rusak dan umur kendaraan tidak lama.

Sejak tahun 1957, Pertamina telah memproduksi pelumas dalam bentuk lithos dan curah. Walaupun telah hadir selama 59 tahun lamanya, kualitas tetap menjadi nomor satu pada setiap pembuatan pelumas Pertamina. Anda bisa menemukan kualitas pelumas yang memenuhi standar dan mutu internasional pada setiap pelumas Pertamina.

Base oil dan aditif adalah bahan baku dari pelumas yang kemudian melewati proses blending di dalam Lube Oil Blending Plant (LOBP). Pertamina Lubricants telah mengoperasikan LOBP Production Unit Jakarta (PUJ) yang merupakan pabrik pelumas terintergrasi terbesar di Asia Tenggara. Seluruh sarana fasilitas produksi yang digunakan berteknologi canggih dan full automation.

Pertamina Lubricants menggunakan teknologi sepertiAutomatic Batch Blending, In-Line Blending, Simultaneous Blending, Pigging System, Drum Decanting Unit (DDU), Automatic Piggable Manifold, serta didukung oleh Full Automated Filling Machine untuk lithos, drum, dan bulk filling.

Dalam proses Automatic Batch Blending, semua komponen pelumas (base oil dan aditif) yang dicampur dan prosesnya dilakukan secara batch untuk menghasilkan berbagai varian pelumas seperti Fastron, Enduro, Prima XP, dan lainnya. Lalu dipompa ke tank untuk didistribusikan dengan takaran dan ukuran yang dikontrol secara otomatis.
Lalu, proses blending dilakukan secara proporsional untuk multiple components dalam satu stream dengan proses yang dilakukan secara terus menerus dalam teknologi In-Line Blending. Komponen yang sudah di-input secara otomatis dan diukur secara akurat akan menghasilkan finished product yang tercampur secara sempurna.

Terakhir, ada teknologi Simultaneous Metered Blending (SMB) yang merupakan tipe dari modifikasi in-line yang hanya digunakan untuk memproduksi pelumas dengan jumlah terbatas. Dari ketiga teknologi tersebut, sistem blending yang dominan dipilih untuk LOBP modern adalah sistem ABB dan ILB serta kombinasi kedua kedua sistem blending tersebut.

Ketika produk sudah diolah dalam pabrik akan menghasilkan finished product yang akan dites kembali di laboratorium pengujian oli. Sample akan diambil dan seluruh komponen dan performanya dites. Seluruh production unit dilengkapi dengan laboratorium produk yang digunakan untuk menguji pelumas. Sedikitnya, terdapat belasan macam pengujian laboratorium termasuk analisa struktur, molekul, sifat fisika, dan kimia serta kemurnian bahan baku.

Setelah menemukan formula, pelumas lalu memasuki tahan pengujian. Tahapan pengujian meliputi bench test, uji mesin, dan uji lapangan.Pertamina yang akan dipasarkan yang merupakan satu-satunya perusahaan pelumas di Indonesia yang memiliki laboratorium uji oli tersendiri. Standar produksi dan produk sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Internasional ISO 9001 : 2008, ISO 14001 : 2004, dan ISO/IEC 17025 : 2008.

Uji mesin dilakukan di Jepang, Eropa, dan Amerika juga dilakukan secara internal di Pertamina Lubricants. Pengujian internal ini disesuaikan dengan populasi mesin dan kondisi nyata di Indonesia. Lalu, uji mesin merupakan pengujian oli secara nyata menggunakan mesin-mesin bervariasi yang dapat dioperasikan secara normal atau dalam kondisi ekstrem.

Formula pelumas mengacu pada standar American Petroleum Institute (API) dan telah mencapai standar tertinggi API-SN untuk Passanger Car Motor Oil dan API-CJ untuk Commersial Diesel Oil. Pelumas Pertamina juga telah mendapatkan pengakuan dari berbagai OEM meliputi Toyota, Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi, Hino, Volvo, Mercedes Benz, hingga BMW.

Melalui penggunaan teknologi modern ini, Pertamina berharap dapat memberikan dampak positif kepada tingkat akurasi product blending yang tinggi. Pada akhirnya, Pertamina dapat memberikan pelumas dengan kualitas yang mumpuni bagi para konsumennya.

(id, Rifan Financindo)