PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Pertamina Usul Harga Solar Naik Rp 500/Liter di Januari 2017 | PT Rifan Financindo

cbec5407-5b88-423b-a0f1-12f5b9cc1d97_169

Jakarta, PT Rifan Financindo Berjangka РHarga minyak dunia merangkak naik pasca kesepakatan organisasi negara-negara eksportir minyak (OPEC) untuk memangkas produksi hingga 1,2 juta barel per hari (bph) di 2017. Sejalan dengan kesepakatan OPEC itu, 10 negara produsen minyak non OPEC, misalnya Rusia, juga berkomitmen menurunkan produksi hingga 500.000 bph.

Kesepakatan ini membuat harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2017 naik US$ 2,28/barel menjadi US$ 53,78/barel. Sementara harga minyak jenis Brent naik US$ 2,29/barel menjadi US$ 56,62/barel.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Ahmad Bambang, memperkirakan bahwa harga minyak dunia pada 2017 akan terkerek naik hingga US$ 55-60/barel. Maka harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pun harus naik.

“Oktober kemarin solar harusnya naik. 1 Januari (2017) kami sudah defisit Rp 700/liter dengan harga Rp 5.150/liter, harga real-nya sudah di atas Rp 6.000/liter. Berani nggak pemerintah naikin?” kata Bambang dalam acara Pertamina Energy Forum 2016 di Ritz Carlton PP, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Bambang mengusulkan agar pemerintah menaikkan harga solar subsidi sekitar Rp 500/liter menjadi Rp 5.650/liter. “Kalau bicara rata-rata, mungkin sekitar Rp 500/liter. Kami mengajukan supaya untung 10% sesuai Permen,” cetusnya.

Dia menambahkan, sebenarnya Pertamina sudah jual rugi solar subsidi sejak Oktober lalu. Tapi kenaikan harga masih bisa ditahan karena Pertamina masih memiliki ‘tabungan’ dari surplus hasil penjualan solar subsidi di bulan-bulan sebelumnya saat harga minyak sedang rendah.

Masalahnya, keuntungan Pertamina dari penjualan solar subsidi pada 2016 ini tak bisa dipakai untuk 2017. Pembukuannya berbeda, penggunaannya tidak boleh dicampur aduk. Maka Pertamina tak bisa menutup defisit harga solar di 2017 dengan surplus dari tahun 2016.

“Ada kondisi yang berbeda. Solar sebetulnya kita sudah rugi sejak Oktober tapi kami nggak mau menaikkan karena kami masih punya untung untuk solar. Tapi Januari ini kan beda tahun, pembukuannya beda, nggak bisa digeser. Tabungan solar Pertamina nggak bisa digunakan nyeberang tahun,” paparnya.

Namun untuk BBM jenis lain seperti premium dan pertamax series tidak akan mengalami kenaikan signifikan. “Kalau solar pasti naiknya agak besar, beda dengan Premium, Pertalite,” tutupnya.

sumber: www.detik.com

PT Rifan Financindo