PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Pola Belajar Seperti Apa Sih yang Paling Tepat untuk Anak-anak?

pola belajar anak

 

Jakarta, Belajar baik saat di rumah atau di sekolah memang berperan penting untuk menentukan masa depan anak. Nah, dalam menerapkan pola belajar khususnya di rumah, sebenarnya adakah acuan khusus pola belajar seperti apa yang paling tepat untuk anak?
“Pola belajar yang baik adalah bagaimana anak bisa mengerti materi apa yang diajarkan dan anak bisa memperhatikan apa yang diterangkan gurunya,” tutur psikolog anak dan remaja Anna Surti Ariani S.Psi, MSi saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (21/5/2014).
Oleh karena itu, khususnya untuk murid di sekolah dasar (SD) guru diharapkan bisa menerapkan gaya belajar dengan bantuan visual yakni ada benda atau sesuatu yang dijadikan objek pembelajaran. Selain itu, perlu juga bantuan kinestetik yakni anak mempraktikkan langsung teori yang ia pelajari.
Di sekolah, anak pun perlu dibiasakan jika tidak mengerti apa yang diterangkan guru, ia bisa langsung bertanya. Agar anak memiliki kebiasaan belajar yang rutin, maka di rumah pun perlu ada waktu belajar bagi anak.
“Sore hari sebelum makan malam atau bermain, anak bisa belajar dengan mengerjakan PR atau mengulang pelajaran. Nggak perlu lama-lama, 30 menit sampai satu jam aja cukup kok,” kata wanita yang akrab disapa Nina ini.
Dengan begitu, rutinitas belajar anak setiap hari akan lancar dan salah satu keuntungannya adalah anak tidak akan kelabakan atau kebingungan lagi ketika ia akan menghadapi ujian. Walaupun saat belajarpun jika anak-anak SD masih memerlukan bantuan atau didampingi orang dewasa.
Menurut Nina, pola belajar yang diterapkan pada anak memang dipengaruhi beberapa faktor. Pertama yakni intelegensi anak di mana seberapa mudah ia menangkap materi yang diajarkan dan seberapa lama kemampuan anak mengingat materi.
“Karena kan ada anak yang cuma belajar pas mau ulangan aja atau memang supaya dia ingat dan paham materi pelajaran harus diulang-ulang terus. Kemudian tergantung juga pada bagaimana kemampuan anak mengekspresikan pengetahuannya,” papar Nina.
Sebab ada anak yang mudah memahami materi yang ia pelajari tapi sulit untuk mengekspresikannya dalam bentuk jawaban ketika menjawab soal-soal. Sehingga untuk mengerjakan soal latihan atau ujian pun anak membutuhkan waktu yang lebih lama.
“Waktu belajar di rumah juga bisa digabung dengan jadwal harian kok. Misalkan dia boleh main kalau udah ngerjain PR atau boleh nonton TV atau film kalau udah ngerjain soal-soal latihan,” tutup Nina.
Sumber :http://health.detik.com/