PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Produksi Industri Inggris Meningkat Lebih dari Perkiraan| PT Rifan Financindo Berjangka

uk

Jakarta, RifanFinancindo – Produksi industri Inggris naik lebih dari perkiraan ekonom pada bulan November, dipimpin oleh lonjakan minyak dan gas terkait kembali beroperasinya ladang minyak utama di Laut Utara.

Kenaikan 2,1 persen dari Oktober, yang terbesar dalam tujuh bulan, lebih dari dua kali lipat yang diperkirakan oleh ekonom dalam survei Bloomberg yaitu sebesar 1 persen. Manufaktur juga naik lebih dari yang diharapkan, sebesar 1,3 persen.

Kenaikan dalam produksi industri diikuti penurunan 1,1 persen pada Oktober dan berarti harus naik 0,3 persen pada Desember untuk menghindari penurunan kuartalan kedua. Produksi turun 0,4 persen dalam tiga bulan hingga September, mengecilkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Sementara ekonomi U.K. telah bertahan menghadapi ekspektasi penurunan sejak jajak pendapat di Juni lalu untuk meninggalkan Uni Eropa, yang sebagian besar disebabkan oleh layanan dan belanja konsumen.

Menerbitkan data industri pada Rabu, Kantor Statistik Nasional mengatakan kinerja di sektor lain telah “tidak menentu dan jauh lebih tenang.” Beberapa karena pemeliharaan ladang minyak Buzzard yang menahan produksi dalam bulan-bulan sebelumnya.

Sebuah laporan terpisah dari ONS menunjukkan defisit perdagangan- barang membesar pada bulan November menjadi 12,2 miliar pound pada November dari 9,9 miliar pound pada bulan Oktober. Pelebaran itu sebagian besar disebabkan lonjakan impor peralatan transportasi seperti kapal dan pesawat, yang naik 1,4 miliar pound. Total impor melonjak 8,4 persen, jauh melampaui kenaikan 2,8 persen di ekspor.

Ada tanda-tanda berlanjutnya kelemahan dalam konstruksi, dengan jumlah pembangunan jatuh 0,2 persen pada November, meskipun itu naik 1,5 persen dari tahun ke tahun. ONS memperkirakan kenaikan 1,5 persen yang dibutuhkan pada bulan Desember untuk menghindari penurunan konstruksi selama kuartal keempat secara keseluruhan.

“Secara keseluruhan, konstruksi dan produksi industri telah bergerak datar secara luas selama beberapa bulan terakhir,” menurut ahli statistik ONS, Kate Davies.

IHS Markit mengatakan bulan ini bahwa pertumbuhan manufaktur dipercepat pada bulan Desember, dengan indeks ekspansi naik ke level tertingginya sejak Juni 2014. Sementara pound melemah membuat ekspor menjadi lebih murah, hal tersebut juga berpengaruh untuk menaikkan biaya bagi konsumen Inggris, pendorong utama dari ketahanan perekonomian.

Sumber: www.rfbnews.com

RifanFinancindo