PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Putu Bambu Berbalut Kelapa yang Wangi Menggoda

Indonesian Food Putu sliced with coconut on banana leaf

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Lembut wang kue putu ini terasa enak dengan isian gula merah. Taburan kelapa parutnya yang renyah jadi pelengkapnya.

Tuuut…Suara putu bambu yang sedang dikukus terdengar nyaring. Sekaligus menebarkan aroma wangi kelapa. Biasanya pedagang putu bambu berkeling kampung menjajakan putu panas-panas yang baru dibuat.

Putu bambu ini juga biasa dikenal dengan sebutan kue putu Medan. Rasanya manis gurih dengan perpaduan warna putih dan hijau yang berasal dari daun pandan sehingga menghasilkan warna yang cantik.

Kue putu merupakan jajan pasar dibuat dari butiran kasar tepung beras, dengan isian gula Jawa dan kelapa parut. Kue ini dikukus dengan diletakkan dalam tabung bambu yang sedikit dipadatkan.

Dimasak diatas kukusan yang bagian atasnya terdapat lubang yang digunakan untuk mengalirkan uap panas pada kue putu. Lubang inilah yang dapat menghasilkan suara nyaring sekaligus digunakan untuk mengenali kedatangan pedagang kue putu yang menjual dagangannya dengan gerobak.

Saat sudah matang, sang penjual akan mendorong kue agar keluar dari bambu. Dan disajikan dengan taburan kelapa parut segar. Nyam, hangat dan enak!

Namun, seiring berjalannya waktu, keberadaan pedagang kue putu mulai tersisihkan. Bahkan, sudah sangat jarang ditemui.

Selain Kue Putu dari Jawa ada juga Putu bergaya Bugis (Sulawesi Selatan) yang menggunakan beras ketan hitam tanpa gula. Di Sulawesi Selatan Putu dimakan dengan taburan parutan kelapa dan sambal. Putu Bugis hanya dijual pagi hari sebagai pengganti sarapan yang praktis.

Pedagang kue putu biasanya berkeliling tidak hanya menjual satu jenis kue. Akan tetapi ada juga kue klepon berbentuk bulat yang bertekstur kenyal dengan berisi gula merah cair yang juga dibalut dengan kelapa parut.

Sumber: www.detik.com

id – rfbaxa

PT Rifan Financindo