PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Rahasia di Balik Gedung Putih, Amerika | PT Rifan Financindo

d499fb86-224c-4964-864a-75989aa14aaa_169

Jakarta, RifanFinancindo – Gedung Putih alias White House, adalah kantor presiden AS di Washington DC yang juga bisa dikunjungi wisatawan. Gedung ini banyak menyimpan kisah tersembunyi.

Salah satu kisah mengejutkan adalah, gedung ini dibangun oleh para budak kulit hitam. Mulai dari batu dan pasir untuk White House serta beberapa bangunan pemerintah AS penting lainnya digali oleh budak yang dulu tinggal di Virginia.

Michelle Obama pada Juni 2016 lalu di waktu terakhirnya menjadi ibu negara berkata tentang keberagaman selama ini pada Konvensi Nasional Demokrat Juli 2016. “Saya bangun setiap pagi di sebuah rumah yang dibangun oleh para budak,” kata Michelle seperti dikutip detikTravel dari BBC Travel, Selasa (17/1/2017).

Selain itu, Presiden Obama pernah berbicara pula saat abad ke-18 dan ke-19, secara besar-besaran terjadi perbudakan tenaga kerja di AS. Mereka diperbudak untuk digunakan dalam pembangunan awal gedung-gedung pemerintah Amerika.

Penulis BBC Travel yang berbasis di negara bagian Virginia ini, tahu di mana bahan bangunan untuk Gedung Putih dan Capitol. Serta beberapa bangunan penting pemerintah AS dan bersejarah lainnya berasal.

Penulis lokal, Jane Hollenbeck Conner menjelaskan ada tambang yang didirikan pada Pulau Wigginton untuk menyediakan bahan batu-batu nisan, rumah-rumah serta gereja di Virginia Utara tahun 1694. Tambang itu kemudian terlantar setelah Perang Saudara AS pada tahun 1861-1865. Stafford County mengakuisisi properti dari pemerintah AS pada tahun 1963 yang akhirnya dibuka untuk umum pada tahun 2010.

Tambang ini terletak 88 mil (141 km) sebelah utara dari Richmond, Virginia. Dulunya para budak lah yang telah menggali batu pasir. Sekarang berupa semenanjung yang dikelilingi tiga sisi oleh Sungai Aquia Creek.

Tanda-tanda yang ada di lokasi dapat menunjukan penggunaannya oleh penduduk asli Amerika selama ribuan tahun dan pemerintah federal membelinya pada 1791 saat tahun Bill of Rights (deklarasi hak-hak) yang membatasi lembaga perbudakan.

Terletak sekitar 30 mil (48 km) dari Gunston Hall, rumah George Mason penulis Bill of Rights dan Mount Vernon Estate rumah presiden AS pertama George Washington, keduanya dibangun dari pasir Aquia yang digali oleh tenaga kerja budak. Sehingga taman ini membantu menghubungkan titik-titik di bagian penting dari sejarah kolonial.

George Washington telah menggunakan batu pasir abu-abu terang atau ‘freestone’ untuk jalan setapak di rumah kayunya. Semua berasal dari tambang Aquia.

Pengalaman emosional akan turis temui ketika mengunjungi taman ini. Semua tanda-tanda batu pasir yang ditinggalkan oleh para budak dan orang kulit hitam lebih dari dua abad yang lalu. Turis bisa membayangkan orang-orang mengayunkan kapak dan mencabut batu blok besar dan menempatkannya di kapal tongkang menunggu diangkut sampai Sungai Potomac ke situs konstruksi di ibu kota.

Peninggalan kerja paksa ini pasti terdengar sangat menyedihkan. Namun di sekitar pulau, kita akan melihat bangau dan hewan langka seperti Elang Botak akan terlihat terbang di Virginia State Park.

Bagi para traveler, rugi dong bila ke tempat bagus dan bersejarah hanya untuk foto-foto. Ayo ketahui juga sejarahnya!

(BBC Travel)