PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Ekonomi RI Diperkirakan Tumbuh 5% di 2016 | PT Rifan Financindo Berjangka

index

Jakarta,?Rifan Financindo Berjangka -?Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2016 tumbuh mencapai 5,18% atau berada di atas ekspektasi banyak pihak. Akan tetapi, sampai dengan akhir tahun, sepertinya akan sulit pertumbuhan ekonomi melebihi batas 5%.

“Saya memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya mampu tumbuh 5% tahun ini,” ungkap Ekonom Senior PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Andry Asmoro dalam seminar properti di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Senin (29/8/2016).

Andry melihat, ada risiko ekonomi yang harus dihadapi dalam sisa akhir tahun. Paling utama adalah dari sisi fiskal. Ada kekurangan penerimaan pajak, sampai akhirnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memangkas anggaran belanja.

“Sampai akhir Juli realisasi penerimaan masih 33,9%. Jadi masih negatif 2,5%. Kalau akhirnya dipangkas, itu yang bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Padahal belanja pemerintah, per akhir Juli sangat baik. Realisasi belanja secara total adalah 41,5% dari target dan belanja modal terealisasi 44% dari target. Menurut Andry, realisasi tersebut jauh lebih baik dibandingkan dua tahun terakhir.

“Belanja pemerintah sampai akhir Juli sangat baik sekali,” ujar Andry.

Dari sisi global, Andry menjelaskan, tiga hal yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Pertama adalah perekonomian dunia yang masih melambat, walaupun pada awal tahun semua pihak optimistis perekonomian bakal tumbuh lebih tinggi.

“Proyeksi IMF dan World Bank sejak lima tahun terakhir selalu diawali dengan proyeksi ekonomi yang tinggi dan kemudian setiap kuartalnya selalu ada revisi,” paparnya.

Kedua adalah kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (the Fed). Diperkirakan tahun ini ada satu kali kenaikan, yang jatuh pada kuartal IV-2016. Ketiga adalah kondisi China yang masih melambat.

“China masih akan terus melambat. Belum ada yang perkirakan 2017 ekonominya membaik. Ini akhirnya akan berdampak pada pasar properti di beberapa daerah. Terutama di penghasil komoditas,” tukasnya.

(id, RifanFinancindo)