PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Ramai Soal Brexit, Ini Tanggapan Dirut BEI

1fe40aab-5a00-4250-a71c-df5d2437b990

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Saat ini, dunia sedang ramai memperbincangkan soal Brexit atau Britain Exit yang juga mirip dengan istilah keluarnya Yunani/Greek keluar dari Uni Eropa yang disebut Grexit.

Brexit ditengarai akan berdampak pada perekonomian di Inggris maupun Uni Eropa. Salah satu efeknya juga adalah potensi nilai tukar poundsterling dan euro yang mengalami pelemahan, dan dapat berakibat pada semakin mahalnya barang uang akan diekspor, sehingga menjadi sulit untuk bersaing dengan harga barang secara internasional yang membuat pendapatan negara dari ekspor menjadi berkurang.

Lalu bagaimana dampaknya terhadap Indonesia?

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, efek yang akan dirasakan nantinya untuk Indonesia adalah secara tidak langsung. Ia melihat, hal ini masih ditunggu apakah memang benar dengan keluarnya Inggris dari negara-negara Uni Eropa akan berpengaruh bagi negara sekitarnya atau pun secara global.

“Keputusannya kan hari ini ya. Saya rasa untuk Brexit efeknya ke Indonesia nggak langsung. Kalau ekonomi dunia terganggu ya global terganggu. Kita lihat seberapa besar negara-negara Uni Eropa ini akan terganggu dengan keluarnya Inggris. Tapi saya rasa efeknya nggak langsung,” katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (23/06/16).

Ia menganggap, dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa masih akan dilihat seberapa besar pengaruhnya ke negara-negara Uni Eropa lainnya.

“Saya sih melihatnya tidak terlalu. Artinya saya melihatnya gini, kita melihat Eropa ini pecah, tadinya kan contohnya dalam Uni Eropa memproduksi misalnya baju/pakaian/apparel harus di anggota Uni Eropa. Jadi persaingannya mereka akan bekerja sama meningkatkan efisiensi. Saya lebih melihat ke pembelajaran. Kalau sampai Inggris keluar, Eropa pecah, negara-negara yang saat ini seperti Yunani yang terbantu kekuatan currency, ekonominya gara-gara Inggris ikut, akan terganggu. Mereka akan kena,” jelas dia.

Untuk itu, ia mengatakan, hal ini dapat dijadikan pembelajaran bagi Indonesia agar lebih solid lagi dalam melakukan kerja sama sehingga dapat merasakan keuntungan yang sama.

“Kan prinsipnya orang Inggris, eh gue lebih untung sendiri daripada sama lu. Saat ini, contohnya saya harus mengatakan kalau kita bicara pasar modal langsung, saya bilang gue setara dulu dong, gue gede dulu, habis sama-sama gede baru. Kalau gue kecil lu gede nanti dulu. Tapi saya sih lebih ke pembelajaran ke kita untuk kompak dan saling menguntungkan saja,” pungkasnya.

 

Sumber: Detik