PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

RIfan – Setop Ekspose Publik Penyelidikan Prostitusi Online Artis

 

 

por

PT Rifan Financindo Berjangka, Jakarta – Komnas Perempuan mengkritisi penanganan kasus prostitusi onlineyang melibatkan artis di Jawa Timur. Lembaga itu mendapat pengaduan dari masyarakat.

Pemberitaan yang muncul dinilai sewenang-wenang. Komisioner Komnas Perempuan, Mariana Amiruddin, menilai posisi pihak perempuan yang terduga sebagai korban beserta keluarganya tidak dipertimbangkan.

 “Selain nama, wajah juga disebutkan keluarga mereka,” bunyi keterangan tertulis Komnas Perempuan, yang diterima Selasa (8/1/2019). “Agar penegak hukum berhenti mengekspos secara publik penyelidikan prostitusi online yang dilakukan.”

Komnas Perempuan memantau dan mendokumentasikan kekerasan terhadap perempuan (KtP) yang berhubungan dengan industri prostitusi atau perempuan yang dilacurkan (Pedila).

Menurut Komnas, mereka adalah perempuan korban perdagangan orang, perempuan dalam kemiskinan, korban eksploitasi orang-orang dekat, serta perempuan dalam jeratan muncikari.

“Sekalipun dalam level artis, kerentanan itu kerap terjadi,” lanjut pernyataan Komnas.

Komnas khawatir prostitusi online bentuk perpindahan dan perluasan lokus dari prostitusi offline. Prostitusi online menyangkut soal kejahatan siber yang berbasis kekerasan terhadap perempuan.

Kaji Mendalam

Komnas Perempuan meminta ada kajian mendalam. Sebab, temuan di lapangan menunjukan tidak sedikit yang menjadi korban femicide (dibunuh karena dia perempuan) atau mengalami kematian gradual karena kerusakan alat reproduksi.

“Karenanya Komnas Perempuan berkesimpulan bahwa prostitusi adalah kekerasan terhadap perempuan, namun Komnas Perempuan menentang kriminalisasi yang menyasar pada perempuan yang dilacurkan,” lanjutnya.

Komnas Perempuan melakukan analisa pada sejumlah media yang telah melanggar kode etik jurnalisme. serta pemuatan berita yang sengaja mengeksploitasi seseorang secara seksual, terutama korban.

Kesimpulannya, masih banyak media yang saat memberitakan kasus kekerasan terhadap perempuan, utamanya kasus kekerasan seksual, tidak berpihak pada korban.

“Komnas Perempuan menyayangkan ekspos yang berlebihan pada perempuan (korban) prostitusi online, sehingga besarnya pemberitaan melebihi proses pengungkapan kasus yang baru berjalan,” pungkas pernyataan Komnas Perempuan.

(cha/asp)

Sumber: Liputan 6
Ed – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | PUSAT Headunit

Leave a Reply