PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Rupiah Dibuka Tak Banyak Bergerak

1222538-kum----rupiah-menguat-tipis--780x390

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini bergerak dalam kisaran sempit. Rupiah nampaknya belum mendapatkan alasan yang cukup, untuk melanjutkan penguatannya.

Analis Investa Saran Mandiri, Lucky AdiJoe, mengatakan dari eksternal sentimen masih berasal dari Amerika dan China, yang saat ini dikhawatirkan akan melakukan perang mata uang. Pasalnya, Bank Sentral China sudah menurunkan nilai mata uangnnya.

“China berusaha melindungi diri sendiri, dia kaan melakukan devaluasi terus, saya perkirakan sampai 10 persen secara total. China kan pemilik cadangan devisa terbesar di dunia,” kata dia Market Sight di IBCM Channel, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Menurutnya, hal ini dilakukan lantaran Amerika terlalu lama mengambil keputusan terkait kenaikan suku bunga. Pasalnya, pasar butuh kepastian terkait waktu dan besaran suku bunga tersebut. “Sehingga China pun ambil langkah duluan,” tambah dia.

Dia melanjutkan, penguatan dolar AS ini tidak hanya membebani Rupiah, namun juga perusahaan-perusahaan Amerika. “Mereka juga terpukul oleh penguatan dolar AS. Jadi pasar butuh kepastian, mau naik tahun ini tidak, jangan hanya menunggu data ekonomi saja,” tuturnya.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah tipis 3 poin menjadi Rp13.771 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.740-Rp13.793 per USD.

Sumber:?http://economy.okezone.com/