PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Rupiah Masih Tertekan Kenaikan Indeks Dollar AS

rupiah tertekan

JAKARTA, Rifan Financindo Berjangka – Nilai tukar rupiah diproyeksikan berpeluang melemah pada perdagangan Senin (1/12/2014). Kenaikan indeks dollar AS memberi peluang peluang rupiah di tengah penantian sejumlah data terbaru di ekonomi Indonesia pasca kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.
Hilangnya harapan pemangkasan produksi minyak mentah oleh OPEC terus mendorong harga minyak Brent turun hingga 70 dollar AS per barrel. Pesimisme di Zona Euro serta optimisme di AS mempertahankan tren dollar kuat hingga Sabtu (29/11/2014) lalu dini hari.
Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, hingga akhir pekan lalu dollar AS pun masih perkasa di Asia. Pagi ini indeks manufaktur China ditunggu, diperkirakan memburuk. Rupiah melemah pada Jumat (28/11/2014) petang terbawa arus penguatan dollar AS di Asia. Tetapi perlu diingat, dalam sebulan terakhir, pelemahan rupiah terhadap dollar AS jauh lebih lunak dibandingkan pelemahan mata uang rekan dagang Indonesia.
Hari ini ditunggu angka inflasi November yang diperkirakan naik ke 6 persen secara tahunan, sebagai dampak langsung kenaikan harga BBM bersubsidi. Sementara itu neraca perdagangan Oktober diperkirakan mengecil defisitnya.
“Rupiah diperkirakan masih akan tertekan oleh penguatan dollar AS di pasar global,” demikian Riset Samuel Sekuritas pagi ini.
Pada awal perdagangan di pasar spot, rupiah langsung melorot di atas 12.200. Seperti dikutip dari Bloomberg, mata uang garuda ini, hingga sekitar pukil 08.38 WIB berada di posisi Rp 12.258
per dollar AS, atau melemah 0,43 persen dibanding penutupan akhir pekan lalu pada 12.206.
Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/