PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Rupiah Melemah, Utang Pemerintah RI Naik Jadi Rp 3.091 T

Rupiah Melemah, Utang Pemerintah RI Naik Jadi Rp 3.091 T

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Hingga September 2015, total utang pemerintah pusat tercatat Rp 3.091,06 triliun. Angka ini naik Rp 85,55 triliun dibandingkan posisi bulan sebelumnya, yaitu Rp 3.005,51 triliun.

Kenaikan nilai utang ini akibat pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dalam denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah pusat di September 2015 adalah US$ 210,89 miliar, turun dari posisi Agustus sebesar US$ 214,27 miliar.

Namun, karena rupiah terus melemah terhadap dolar AS, nilai utang pemerintah dalam denominasi rupiah naik. Dolar rata-rata di Agustus adalah Rp 14.027, sementara di September Rp 14.657.

Sebagian besar utang pemerintah adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN). Sampai September 2015, nilai penerbitan SBN mencapai Rp 2.99,38 triliun, naik dari bulan sebelumnya Rp 2.276,1 triliun. Sementara itu, pinjaman (baik bilateral maupun multilateral) tercatat Rp 791,68 triliun, naik dari bulan sebelumnya Rp 729,42 triliun.

Demikian dikutip detikFinance, dari data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Rabu (28/10/2015).

Dibandingkan Desember 2014, posisi utang dari SBN mengalami kenaikan. Pada Desember 2014, posisi utang SBN adalah Rp 1.931,22 triliun.

Utang berupa pinjaman juga ikut naik dibandingkan Desember 2014. Pada Desember 2014, nilai pinjaman adalah Rp 673,71 triliun.

Berikut perkembangan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sejak tahun 2000:

  • 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
  • 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
  • 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
  • 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
  • 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
  • 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
  • 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
  • 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
  • 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
  • 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
  • 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
  • 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
  • 2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
  • 2013: Rp 2.371,39 triliun (28,7%)
  • 2014: Rp 2.604,93 triliun (25,9%)

 

Sumber:?http://finance.detik.com/