PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Rupiah Mencoba Bangkit dari Rp 12.300 per Dollar AS

rupiah 11500

JAKARTA, Rifan Financindo Berjangka – Nilai tukar rupiah diuji kekuatannya lagi pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (5/12/2014). Mata uang garuda mencoba menguat dan mengangkat posisinya dari level psikologis Rp 12.300 per dollar AS.
Walaupun terus khawatir terhadap inflasi rendah yang berkepanjangan, Bank Sentral Eropa (ECB) menolak meningkatkan stimulus moneter. ECB lebih memilih menunggu hingga triwulan pertama 2015 untuk menyusun strategi baru menghadapi perlambatan ekonomi Zona Euro.
Indeks dollar AS melemah akibat berita itu walaupun initial jobless claims berhasil turun. Sore ini ditunggu PDB Zona Euro triwulan III-2014 yang diperkirakan bertahan di 0,8 persen secara tahunan. Di malam hari angka pengangguran serta nonfarm payrolls AS ditunggu, diperkirakan membaik.
Dollar AS terus menguat di Asia hingga Kamis (4/12/2014) sore. Hal itu pun membawa rupiah melemah walaupun tipis ke Rp 12.309 per dollar AS. Rupiah memang menyentuh level terlemah semenjak 2008, tetapi menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, secara rata-rata derajat pelemahannya sudah semakin turun.
“Hal itu menandakan kondisi fundamental negeri ini yang membaik. Hari ini pun rupiah berpeluang menguat, terbantu oleh lemahnya dollar AS di pasar global hingga dini hari tadi,” tulisnya.
Sementara itu rupiah pada awal perdagangan di pasar spot, berhasil menguat hingga di bawah 12.300. Seperti dikutip dari Bloomberg, mata uang Garuda ini pada oukul 08.24 WIB, berada di posisi Rp 12.295 per dollar AS, atau menguat 0,11 persen dibanding penutupan kemarin pada 12.309.
Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/