PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Saat Ekonomi Lesu, SUV Masih Jadi Idola Konsumen di China

aat Ekonomi Lesu, SUV Masih Jadi Idola Konsumen di China

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Penjualan varian Sport Utility Vehicle (SUV) di China mengalami kenaikan di saat varian lain membukukan penurunan penjualan di saat perekonomian negeri itu lesu. Kapasitas mobil yang besar dan tren gaya hidup menjadi alasannya.

Seperti dilaporkan CNN, Senin (8/11/2015), China Association of Automobile Manufacturers menyebut, sepanjang September lalu penjualan mobil jenis ini naik 58 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Padahal, di saat yang sama penjualan mobil jenis lainnya melorot.

“Konsumen memiliki mobil pertama dan ingin (mencoba) pengalaman mobil kedua,” kata Daniel Kirchert, presiden merek mewah milik Nissan, Infiniti, di China. “Mereka ingin mencoba konsep baru,? imbuhnya.

Kichert tak asal bicara. Dia menyodorkan bukti penjualan varian terbaru Infiniti yakni SX50 yang dibuat khusus untuk pasar Negeri Tirai Bambu itu. Dalam hitungan hari, penjualan mobil ini sudah cukup mencorong.

Menurut Kichert, daya tarik mobil ini selain gaya desain, teknologi, serta performa juga kapasitas yang besar. ?Konsumen ingin bisa mengangkut teman (kerabat) saat bepergian,? ucapnya.

Moncernya penjualan SUV juga dinikmati General Motors (GM). Pabrikan yang meluncurkan SUV baru pada Juli lalu itu bahkan berhasil lolos dari potensi penurunan penjualan di China. Dia berhasil menempati urutan ketiga terbesar di negeri itu.

Yale Zhang, Managing Director AutoForesight di Shanghai, faktor lain yang menarik konsumen China membeli SUV adalah harga yang lebih miring. Harga seperti itu terutama ditawarkan oleh mobil buatan dan merek lokal

Hal ini bisa terjadi, karena kebanyak konsumen di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu tak mengutamakan SUV yang bisa melahap medan off-road. Namun, merek lebih menekankan pada tampilan alias gaya hidup, terlebih mobil bisa dikendarai kemana saja.

Permintaan SUV diperkirakan tetap tinggi, karena banyak keluarga di negara itu menginginkan mobil kedua yang bisa digunakan bersama-sama. Apalagi, mereka juga memiliki banyak keluarga.

 

Sumber:?http://oto.detik.com/