PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Saat Hewan Malam ‘Tertipu’ Gerhana Matahari Total

Saat Hewan Malam Tertipu Gerhana Matahari Total

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka?- Selain berdampak pada perubahan cuaca yang menjadi lebih gelap, ternyata Gerhana Matahari Total (GMT) juga bisa ‘menipu’ hewan-hewan malam. Tak hanya itu, banyak juga mitos-mitos yang beredar di masyarakat terkait GMT ini. Apa saja?

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan walaupun gerhana matahari total hanya berlangsung singkat yakni 2 sampai 3 menit namun bisa menimbulkan perubahan perilaku pada hewan-hewan karena menganggap malam telah datang. Misalnya saja ayam masuk kandang karena mengira waktu sudah petang, padahal gerhana matahari terjadi di siang hari.

“Siang tiba-tiba gelap itu binatang-binatang di malam hari menunjukkan perubahan perilaku. Itu memang ada penelitian, misal ayam ada perubahan perilaku mulai gelap berubah masuk kandang, serangga di malam lebih aktif,” kata Thomas saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Jalan Pemuda Persil No.1 Rawamangun, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Thomas mencontohkan GMT yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1983 lalu, saat itu matahari tertutup bulan dan menjadi gelap seperti waktu petang. Saat itu, korona atau atmosfer matahari yang sehari-hari tidak bisa terlihat karena sinar yang bergitu terang menjadi bisa terlihat. Fenomena istimewa dan indah.

“Ketika gelap piringan matahari tertutup seperti kondisi Magrib, tapi kalau Magrib masih ada senjanya. Kalau ini, gelap ada cahayanya lembut sekali, suasana seperti ada cahaya bulan, gelap. Masih bisa lihat sekitar tapi remang-remang. Di ufuk timur mataharinya tidak terlihat tapi koronanya kelihatan,” jelasnya.

Selain berpengaruh pada perilaku hewan, GMT juga berkaitan dengan mitos-mitos yang ada di masyarakat. Misalnya saja ibu hamil harus bersembunyi di kolong tempat tidur agar anak yang ada dalam kandungan tidak belang seperti gerhana yang hitam. Ada juga tidak boleh keluar rumah karena berbahaya terkena pancaran gerhana.

Thomas menegaskan tidak ada hubungan antara gerhana dengan ibu hamil atau sinar matahari yang berbahaya saat gerhana.

“Gerhana matahari tidak memancarkan radiasi yang berbeda dari pada radiasi yang ada pada matahari. Gerhana matahari total itu radiasi matahari tertutup oleh bulan tidak berbahaya sama sekali,” kata Thomas.

“Gerhana sama sekali tidak memiliki pengaruh terhadap mahluk hidup. Gerhana itu seperti halnya peredaran bulan mengitari bumi kemudian pada suatu saat matahari berada dalam satu garus lurus. Jadi tidak terjadi dampak apapun bagi manusia dan pengaruh buruk. Itu hanya mitos-mitos lama,” tambahnya.

 

Sumber:?http://news.detik.com/