PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Saham Bank, Tambang dan Properti Rawan Profit Taking | PT Rifan Financindo Berjangka

Jakarta,?Rifan Financindo Berjangka -?Pagi hari ini sebelum kita memulai aktivitas, saya ingin mengulas beberapa saham dan beberapa sentimen yang menjadi faktor pertimbangan untuk pengambilan keputusan trading.

IHSG beberapa kali terantuk level resisten sekitar 5.470. Dan kemarin, IHSG juga gagal menembus level atap tersebut.

Bursa Amerika pada perdagangan senin waktu setempat bergerak mixed. Indeks Dow Jones ditutup ada level 18.529,42 atau melemah 23,15 poin (-0,12%) . Indeks S&P juga ditutup melemah 1,23 poin (-0,06%) di level 2.182,64. Sedangkan Indeks Nasdaq ditutup pada level 5.244,50 atau menguat 6,23 poin (+0,12%).

Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain harga minyak kembali melemah 3,01% ke level US$ 46,77 per barel. Hal tersebut dipengaruhi oleh sejumlah analis berpendapat bahwa pertemuan negara produsen minyak pada September nanti diragukan akan menghasilkan kesepakatan yang dapat mengatasi kelebihan pasokan minyak dunia.

Sentimen lain juga datang dari pelaku pasar yang menanti pidato pimpinan The Fed pada Jumat 26 Agustus mendatang.

Sedangkan di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.427,17 atau menguat 11,14 poin (+0,20%). Dengan sektor yang mengalami penguatan terbesar adalah sektor aneka industri (+2,02%). Investor asing juga mencatatkan pembelian bersih terhadap sektor aneka industri ini terbanyak melakukan pembelian. Dengan saham yang paling banyak diminati adalah saham ASII.

Hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam range 5.370-5.470, beberapa hari ke depan akan lebih cenderung terkoreksi.

Di akhir Agustus hingga bulan September ini, beberapa sektor seperti pertambangan, properti dan juga perbankan mulai terkontraksi dan itu wajar dikarenakan penguatan signifikan yang sudah terjadi beberapa bulan.

Hari ini ada beberapa saham yang sebaiknya diwaspadai dari sektor perbankan, pertambangan, dan properti. Saham ADMF, ADRO, BBRI, BMRI, BNGA, BNII, GJTL, ISAT, group Ciputra, waspadai profit taking jangka pendek.

Saham MEDC hari ini berpotensi menguat merespons sentimen positif mengenai akusisisi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) oleh PT MEdco Energy International Tbk (MEDC) yang sudah mengantongi persetujuan dari kementrian ESDM untuk proses akuisisi 82,2% saham NNT. MEDC berjanji kepada pemerintah akan menjalankan kewajiban hilirisasi mineral dalam negeri.

Jika Anda sudah menuai profit dari KAEF dan PTPP yang tertuang dalam Hot List Premium Access beberapa hari yang lalu, selamat, dan lindungi keuntungan untuk jangka pendek. Demikian pula dengan saham KRAS yang sudah menguat hampir 45% sejak tertuang dalam Premium Access tanggal 27 Juli 2016. KRAS kemarin menguat 12% dan masih berpotensi menguat.

Jumat 19 Agustus 2016 lalu Bank Indonesia mulai memberlakukan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 5,25%, selain itu BI juga memangkas target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2016 kedua kalinya. Bagaimana pengaruhnya terhadap ekonomi Indonesia? Saya akan bahas dalam riset berikutnya.

Pastikan Anda terus menyimak #kopipagi dan dapatkan setiap manfaat maksimal bagi trading dan pemahaman market secara utuh.

Salam profit,
Ellen May
@pakarsaham
CEO Ellen May Institute

(id, RifanFinancindo)