PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Saham Hong Kong naik, Saham AS Ditutup Lebih Tinggi | PT Rifan Financindo Berjangka

daec9df968fd64b19fb0b6b53f9b1d36

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?ursa saham Hong Kong ditutup menguat hari Selasa, dengan indeks acuan naik untuk hari keempat berturut-turut seiring investor terus mencari imbal hasil yang tinggi.

Suasana di pasar Hong Kong telah didukung oleh mengalirnya modal dari daratan sejak pekan lalu, menyusul aktifnya investor berburu untuk imbal hasil di lingkungan suku bunga rendah.

Investor China juga berusaha untuk mencuri start terlebih dulu dalam membeli saham Hong Kong menjelang peluncuran dari link investasi lintas-perbatasan antara Shenzhen dan Hong Kong yang diharapkan dilakukan pada bulan November.

Beberapa analis menunjukkan bahwa investor menjadi hati-hati setelah indeks utama mencapai serangkaian level tertinggi satu tahun dalam beberapa hari terakhir.

Indeks Hang Seng naik 0,6 persen, untuk mengakhiri hari di level 23,787.68, sedangkan Indeks China Enterprises bertambah 1,1 persen, untuk ditutup di level 9,938.39 poin.

Top gainers di pasar Hong Kong yakni sektor bahan dan sektor industri dengan subindexes naik 2,0 persen dan 2,1 persen, masing-masing.

Kuota southbound untuk Stock Connect Shanghai-Hong Kong, saat ini ditetapkan sebesar 10,5 miliar yuan, digunakan sebesar 5.0 miliar yuan, atau 47,9 persen pada hari Selasa, membukukan inflow harian terbesar sejak 24 April.

Saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Selasa setelah laporan yang mengecewakan pada industri sektor jasa AS memicu kemungkinan penundaan kenaikan suku bunga yang direncanakan oleh Federal Reserve. Indeks S & P 500 naik 6,5 poin atau 0,3 %, ke level 2,186.48. Saham energi yang mengalami kinerja terbaik, didorong oleh kenaikan harga minyak. Indeks Dow industrials menguat 46,37 poin atau 0,3 %, ke level 18,538.33, dipimpin oleh Intel Corp dan Chevron Corp dan Indeks Nasdaq Composite lebih tinggi 26,01 poin atau 0,5 %, ke level 5,275.91. Strategi pasar mengatakan suku bunga rendah mendorong investor untuk beralih ke aset berisiko seperti saham.

(id, RifanFinancindo)