PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Santa Claus Bagi-bagi Hadiah di Bursa Saham | PT Rifan Financindo

1307058blackberry-20150731211144780x390

Jakarta, PT Rifan Financindo Berjangka – 3 hari lagi kita harus mengucapkan selamat tinggal pada tahun 2016. Detik-detik menjelang pergantian tahun semakin dekat dan tak lama lagi kita akan menyambut kedatangan tahun yang baru.

Menjelang pergantian tahun tak hanya perdagangan di Indonesia yang sepi. Hampir seluruh perdagangan global merasakan tipisnya perdagangan akhir tahun.

Meski demikian, kemarin kita berhasil melakukan buy on weakness pada beberapa saham blue chips maupun second liner. Saham BIPI yang sudah dinanti-nanti berhari-hari melejit 27% setelah menyentuh level best price.

Pun saham-saham lain yang kemarin kita buy on weakness. Hari ini masih banyak sekali peluang buy on weakness. Meskipun begitu tipisnya perdagangan tidak menghentikan kedatangan Santa Claus Rally.

Apa sih yang mendorong Santa Claus rally di akhir tahun ini?

Yuk simak terus…

Bursa Amerika ditutup pukul 4 waktu setempat tercatat naik tipis sebesar +0,06% pada level 19.945. Kenaikan ini menjadi salah satu hari di mana Santa Claus Rally datang membawa indeks Dow Jones mendekati level 20.000.

Begitu juga pada harga minyak. Tercatat kenaikan selama 7 hari ke belakang menyambut antisipasi masyarakat atas pemotongan produksi dari OPEC.

Akankah Santa Claus juga bagi-bagi “hadiah” untuk IHSG?

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin membawa begitu banyak kesempatan akhir tahun.

Kenaikan +1,49% pada penutupan IHSG kemarin menandakan berhentinya pergerakan turun yang berlangsung selama 2 pekan. Penurunan berturut-turut ini adalah yang terlama sejak tahun 2005.

Nampaknya hari ini Santa Claus akan mampir di bursa kita. Hari ini saya melihat, IHSG berpotensi untuk menguat menuju target resisten 5.200, didorong oleh sentimen window dressing.

Apa itu Window Dressing?

Window dressing diartikan sebagai usaha dari beberapa pihak untuk mempercantik nilai portofolio mereka pada akhir tahun. Bahasa simpelnya, ibarat sekotak box polos, praktik window dressing adalah pita yang mempercantik kotak tersebut.

Apa sih Tujuan dari Window Dressing?

Window dressing bertujuan untuk menyajikan gambaran keuangan yang lebih baik daripada yang dapat dibenarkan menurut fakta dan akuntansi yang lazim.

Selain itu, biasanya praktik window dressing bertujuan juga untuk mengangkat harga per lembar saham perusahaan tersebut menjadi tinggi.

Siapa yang Melakukan Window Dressing ini?

Selain dilakukan Manajer Investasi reksa dana, aktivitas window dressing juga dilakukan emiten/perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bagaimana Window Dressing dilakukan?

Windows dressing dilakukan dengan menetapkan aktiva/pendapatan terlalu tinggi dan menetapkan kewajiban/beban terlalu rendah dalam laporan keuangan. Akibatnya dalam laporan keuangannya, suatu perusahaan memperoleh laba yang lebih tinggi.

Hal ini tentu akan berefek ke harga saham. Apabila kita perhatikan laporan keuangan suatu perusahaan yang mempunyai laba tinggi, otomatis kita yakin bahwa perusahaan tersebut bonafit, yang akhirnya membuat kita yakin untuk membeli.

Setelah kemarin kita sukses buy on weakness pada beberapa saham (dan yang paling fantastis BIPI yang naik 27% sehari), hari ini pun masih banyak sekali peluang untuk buy on weakness terutama pada saham-saham banking, blue chips, dan properti.

Watch BSDE, ASRI, MEDC untuk buy on weakness.

Jangan sia-siakan kesempatan ini untuk berbelanja saham-saham on strong support. Kereta akhir tahun berangkat cepat dan tak lama berhentinya.

Selamat menjalani aktivitas pagi Anda dan salam profit,

sumber: www.detik.com

PT Rifan Financindo