PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Inggris Tak Mau Lagi Dijegal Tim-Tim Semenjana | PT Rifan Financindo

901cbbc1-1ce7-4fa2-b340-14cc9138d73e_169

Jakarta, Rifan Financindo – Dalam dua kompetisi besar terakhirnya, Inggris selalu dijegal tim-tim kecil. The Three Lions tak ingin itu terulang di Piala Dunia 2018.

Inggris relatif mendapat grup yang tak berat-berat amat di Rusia tahun depan. Dalam pengundian yang dilakukan di Istana Kremlin, Moskow, Jumat (1/12/2017) malam WIB, Inggris masuk Grup G bareng Belgia, Panama, dan Tunisia.

Melihat calon lawannya, cuma Belgia yang setara dengan Inggris dan diprediksi bakal merepotkan. Sementara kekuatan Panama serta Tunisia jauh di bawah Inggris. Terutama Panama yang merupakan debutan di turnamen ini.

Tapi hal itu tak lantas bikin Inggris merasa jemawa karena mereka sudah belajar dari pengalaman di dua turnamen besar sebelumnya. Kebetulan langkah Tim Tiga Singa dihentikan tim-tim macam Panama atau Tunisia.

Di Piala Dunia 2014, Inggris tersingkir di fase grup karena kalah bersaing dengan Kosta Rika yang justru lolos menemani Uruguay ke 16 besar. Saat itu anak asuh Roy Hodgson bermain imbang tanpa gol kontra Kosta Rika di laga terakhir grup.

Sementara di Piala Eropa tahun lalu, Inggris secara mengejutkan ditumbangkan negara debutan Islandia dengan skor 2-1 di babak 16 besar.

“Jika Anda melihat grup-grup yang ada, karena adanya sistem unggulan maka Anda akan melihat dua tim berperingkat 15-20 besar dan dua tim lagi di luar peringkat itu,” ujar pelatih Inggris, Gareth Southgate, kepada talkSPORT.

“Sebagian besar grup bakal seperti itu,” sambungnya.

“Bahaya jika Anda meremehkan tim-tim itu. Dalam dua turnamen terakhir – Kosta Rika lolos dari grup kami serta Islandia menyingkirkan kami.”

“Tentunya kami bodoh jika tidak belajar dari pengalaman itu,” tutup Southgate.

sumber: detik

Leave a Reply