PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Serangan Gas Beracun di Suriah, 35 Orang Tewas | Rifan Financindo

bfb8b7c2-1096-4da7-85b6-caf136250c66_169

Jakarta, PT Rifan Financindo – Setidaknya 35 orang tewas akibat serangan udara yang membawa gas beracun di salah satu daerah kekuasaan pemberontak di Suriah, Khan Sheikhun, pada Selasa (4/4).

Syrian Observatory for Human Rights melaporkan bahwa kebanyakan korban tewas dan terluka adalah warga sipil. Puluhan orang lain juga dikabarkan mengidap gangguan pernapasan akibat serangan ini.

Kelompok pemonitor yang berbasis di Inggris itu belum dapat memastikan kandungan di dalam gas itu. Sejumlah sumber medis di lapangan mengatakan, para korban mengalami gejala seperti pingsan, muntah-muntah, hingga mulut berbusa.

Mereka juga belum bisa mengetahui pesawat kubu mana yang melakukan serangan, kelompok pemberontak atau pasukan pemerintah dan Rusia.

Kini, Syrian Observatory for Human Rights mengatakan bahwa sejumlah pihak mulai menyelidiki kubu penyerang melalui tipe, lokasi, pola serangan, dan amunisi yang digunakan.

Diberitakan AFP, Khan Sheikhun terletak di Provinsi Idlib. Sebagian besar provinsi itu dikuasai oleh sejumlah pemberontak, termasuk mantan sekutu Al Qaidah, Front Fateh al-Sham.

Provinsi itu pun menjadi salah satu target utama bagi pasukan rezim yang dibantu oleh Rusia. Daerah itu juga menjadi sasaran serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Pemerintah Suriah sendiri sudah menyepakati Konvensi Senjata Kimia dan diwajibkan menyerahkan senjata kimianya pada 2013.

Namun, mereka kerap kali dituding menggunakan senjata kimia. Investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa rezim Suriah melakukan setidaknya tiga serangan gas klorin pada 2014-2015.

Pemerintah selalu membantah tudingan tersebut. Mereka malah balik menuding bahwa para kelompok pemberontak lah sebenarnya yang menyerang menggunakan senjata kimia.

Rifan Financindo Berjangka