PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Siapa Sangka, Warkop DKI Promosi Wisata Indonesia Lewat Film | PT Rifan Financindo Berjangka

45d613e9-c24a-4969-805e-6d164fcad175_169

Jakarta,?Rifan Financindo Berjangka -?Semua film komedi Warkop DKI telah mengocok perut jutaan orang Indonesia. Siapa sangka di dalam film itu terselip promosi berbagai destinasi wisata.

Sebelum ada ‘Laskar Pelangi’ yang mengangkat Belitung, atau ‘5 CM’ yang mengangkat Semeru, aneka film Warkop DKI sudah menampilkan wajah destinasi Indonesia saat itu. Kawasan Puncak, Pantai Anyer dan Pelabuhan Ratu adalah beberapa spot yang muncul dalam film Dono, Kasino dan Indro.

Indro Warkop mengobrol santai dengan detikTravel, sambil promosi film ‘Warkop DKI Reborn’. Indro Warkop mengatakan dulu mereka memang sengaja ingin menampilkan berbagai destinasi di Indonesia. Itu dilatari dari kegemaran personel Warkop DKI naik gunung semasa kuliah.

“Warkop kan semua pecinta alam. Kita selalu ingin menampilkan gambar yang fresh. Kita kasih hijau (gunung-red) dan birunya laut. Karena kita pecinta alam, kita pengen gambar yang alam banget. Masak penonton dikasih asap knalpot,” kata Indro di kantor detikcom, Jumat (12/8/2016).

Menurut Indro, penonton suka kalau dikasih gambar pemandangan alam dalam film. Bahkan, pemandangan pantai lebih disuka dari pemandangan gunung. Namun, syuting di destinasi wisata adalah tantangan tersendiri untuk Warkop DKI.

“Kita dari dulu pengennya Bali dong, Yogya dong. Tapi dulu itu faktornya susah, bukan susah uang. Tapi karena semua orang mau nonton Warkop syuting,” jelasnya.

Indro bercerita mereka pernah syuting di Jonggol, ketika belum populer sebagai destinasi trekking, sepeda dan outdoor seperti sekarang. Tetap saja, animo orang untuk menonton luar biasa. Suasana sampai seperti pasar malam.

“Tanaman orang sampai rusak, kan kita nggak enak. Dari cuma keamanan pihak syuting sampai akhirnya minta tolong Kodim sama Polres, buat bantu jaga,” ungkapnya.

Syuting di Dieng, Wonosobo kata Indro ramai juga, tapi suasana lebih terkendali. Wonosobo adalah setting ketika Dono menjadi Slamet, anak juragan tembakau kaya raya di film Gengsi Dong.

“Syuting di Pelabuhan Ratu juga susah, banyak yang mau menonton. Tapi kalau syuting di hotelnya (Samudra Beach-red) aman. Tapi kita kalau syuting weekdays yang tidak terlalu ramai,” tutupnya.

(id, RifanFinancindo)