PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Situasi Geopolitik Global Beri Sentimen Negatif

Situasi Geopolitik Global Beri Sentimen Negatif

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka -?Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berakhir stagnan, hanya naik 4 poin. Minimnya sentimen positif membuat investor tidak ramai bertransaksi.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (24/11/2015), IHSG ditutup bertambah 4,312 poin (0,09%) ke level 4.545,378. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 0,779 poin (0,10%) ke level 781,327.

Wall Street ditutup positif meski dibayangi insiden jatuhnya pesawat Rusia yang ditembak pihak Turki di perbatasan Suriah. Saham-saham energi naik tinggi mendorong bursa Paman Sam ke zona hijau.

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 19,51 poin (0,11%) ke level 17.812,19, Indeks S&P 500 bertambah 2,55 poin (0,12%) ke level 2.089,14 dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 0,33 poin (0,01%) ke level 5.102,81.

Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak di zona merah jika melihat sentimen negatif yang beredar. Meningkatnya risiko global akibat hubungan Turki dan Rusia yang memanas bisa memberi sentimen negatif.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 111,89 poin (0,56%) ke level 19.813,00.
  • Indeks Straits Times turun 15,89 poin (0,54%) ke level 2.907,60.

Rekomendasi untuk perdagangan hari ini:
First Asia Capital
Perdagangan saham kemarin berlangsung kurang bergairah ditandai dengan tipisnya nilai perdagangan hanya mencapai Rp2,9 triliun di Pasar Reguler dan IHSG bergerak dalam rentang sempit hanya 20 poin. Namun aksi beli atas saham sektor infrastruktur seperti Telkom dan saham perbankan seperti BCA berhasil membuat IHSG tutup di teritori positif meskipun tipis hanya 4,312 poin di 4545,378. Pelaku pasar banyak menahan diri mengambil posisi menyusul minimnya insentif positif dan meningkatnya resiko pasar emerging market terutama dipicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menyusul terjadinya insiden jatuhnya pesawat militer Rusia setelah ditembak oleh militer Turki karena melanggar wilayah udara Turki di perbatasan Suriah-Turki.

Hal ini menyebabkan melemahnya mata uang Rubel Rusia dan Lira Turki yang berimbas ke mata uang emerging market lainnya termasuk nilai tukar rupiah atas dolar AS, yang kemarin berada di Rp13718. Sementara bursa global tadi malam bergerak bervariasi dipicu insiden jatuhnya pesawat militer Rusia yang menimbulkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Insiden tersebut membuat harga minyak mentah rebound 2,7% di USD42,89/barel. Indeks Eurostoxx di kawasan Zona Euro koreksi 1% di 3409,60. Di Wall Street pasar indeks saham utama bergerak fluktuatif namun berhasil tutup tipis di teritori positif. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,11% dan 0,12% di 17812,19 dan 2089,14. Penguatan terutama dpicu kenaikan saham sektor energy menyusul kenaikan harga minyak mentah. Pasar juga digerakkan dengan data pertumbuhan ekonomi AS kuartal tiga (3Q15) yang mencapai 2,1% (yoy) di atas angka estimasi awal di 1,5% dan perkiraan ekonom 2%.

Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi namun berpeluang menguat terbatas. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4525 hingga 4590. Rebound harga minyak akan berpeluang memicu aksi beli balik di sejumlah saham berbasiskan komoditas.

Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis. Indeks naik sebesar +4 poin (+0,09%) ke 4.545.

Pergerakan IHSG hari ini masih bergerak sideways dan masih akan kembali diramaikan oleh saham-saham spekulatif lapis dua dan tiga.

Estimasi pergerakan indeks hari ini masih berada di 4.500 ? 4.590.

Indeks bursa AS ditutup menguat tipis. DJIA 0,11%, S&P500 0,12% dan Nasdaq – 0,01%.
Indeks saham di Eropa ditutup turun. Indeks FTSE100 di Inggris -0,45%, sedangkan indeks DAX di Jerman -1,43 % dan CAC di Perancis -1,41%.

Dari Asia, indeks saham ditutup bervariasi. Indeks Hang Seng di Hong Kong -0,39 % dan indeks Nikkei225 di Jepang 0,10%.

Emas ditutup di US$ 1.078 per troy ounce atau -0,63%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 42,65 per barel atau 1,57%.

 

Sumber:?http://finance.detik.com/