PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Stok Minyak Turun, Emas Naik berkat Pelemahan Saham Dan Dollar | PT Rifan Financindo Berjangka

ilustrasi-SPBU-aji-140822-5

Jakarta,?Rifan Financindo Berjangka -?Minyak menghentikan penurunan nya di dekat level penutupan terendah dalam tiga bulan sebelum data stok AS yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah menurun sehingga mengurangi surplus stok yang berada di tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya dua dekade.

Futures sedikit berubah di New York setelah jatuh 2,4 persen pada hari Senin. Stok mungkin meluncur 2,25 juta barel untuk penurunan mingguan yang ke-10, menurut survei Bloomberg sebelum laporan Energy Information Administration Rabu. stok bensin terlihat meningkat 600.000 barel sampai 22 Juli, pembengkakan stok yang juga merupakan yang tertinggi dalam beberapa dekade.

West Texas Intermediate untuk pengiriman September berada di level $ 43,17 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 4 sen, pada pukul 09:41 pagi waktu Hong Kong. Kontrak kehilangan $ 1,06 ke level $ 43,13 pada hari Senin, yang merupakan penutupan terendah sejak 25 April. Jumlah volume perdagangan yakni sekitar 38 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman September menguat 9 sen, atau 0,2 persen, ke level $ 44,81 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga turun 2,1 persen ke level $ 44,72 pada hari Senin. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan pada premium sebesar $ 1,63 untuk WTI.

Emas menguat untuk menghnetikan dua hari penurunan nya mneyusul penurunan ekuitas dan dolar sebelum pertemuan bank sentral di AS dan Jepang.

Bullion untuk pengiriman segera menguat 0,5 persen ke level $ 1,322.75 per ounce dan diperdagangkan di level $ 1,319.22 pada pukul 09:45 pagi waktu Singapura, menurut harga publik Bloomberg. Logam ini naik 24 persen tahun ini.

Emas telah turun 4 persen dari level tinggi dua tahun nya di level $ 1,375.34 yang dicapai pada 11 Juli lalu seiring menguatnya dolar dan rebound dalam ekuitas sehingga mengurangi permintaan haven. Indeks dolar turun 0,2 persen pada hari Selasa setelah ditutup pada level tertinggi sejak 31 Mei, sedangkan indeks MSCI Asia Pacific melamah 0,2 persen. Sementara itu, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan biaya pinjaman tidak berubah pada hari Rabu, sedangkan ekonom memprediksi Bank of Japan akan meningkatkan stimulus dua hari kemudian.

(id, Rifan Financindo)