PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Tanah Longsor di Ponorogo, 31 Orang Dilaporkan Hilang | PT Rifan Financindo

aa6df345-8cc4-4176-aa3b-ce853f73f43d_169

Jakarta, RifanFinancindo Berjangka – Pendataan warga yang kehilangan saudaranya dilakukan setelah terjadi musibah tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Data terakhir hingga Pukul 15.30 Wib, 31 orang dilaporkan tidak diketemukan. Diduga mereka menjadi korban yang tertimbun tanah longsor.

“Untuk sementara, ada 31 warga yang dilaporkan hilang dan diduga tertimbun longsor,” kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Setyo Budiono, Sabtu (1/4/2017).

“Orang-orang tersebut dilaporkan ikut menjadi korban, karena sampai saat ini masih belum terlihat,” tuturnya.

Dari 31 orang yang dilaporkan hilang, kata Budiono, yang dapat dipastikan tertimbun longsor ada 10 orang.

“Karena 10 orang itu kelihatannya sedang memanen jahe. Sisanya, kemungkinan tertimbun saat di dalam rumah. Di rumah ada yang lagi masak,” jelasnya.

Selain tertimbun, tak sedikit warga yang mengalami luka akibat tanah longsor di daerahnya.

Belasan orang dibawa ke puskesmas terdekat. Mereka mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah dan pohon tumbang serta bebatuan.

Ratusan warga Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, diungsikan ke tempat aman. Mereka ditempatkan di dua posko yang sudah disediakan. Pemprov Jawa Timur menyiapkan dapur umum.

“Ratusan warga sudah kita pindah ke tempat yang lebih aman dan ditempatkan di posko,” kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono, Sabtu (1/4/2017).

Ia mengatakan, posko pengungsian ditempatkan di rumah Kepala Desa Banaran dan dekat rumah warga yang lokasinya lebih aman.

“Ada dua posko, di rumahnya pak lurah (kades) dan satunya di dekat rumah warga yang lokasinya aman,” terangnya.

Sementara Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Benny Sampir Wanto mengatakan, pemprov akan memberikan dukungan untuk dapur umum.

“Gerak cepat kita lakukan melalui dukungan penyiapan dapur umum, logistik, pengerahan personel BPBD Provinsi Jawa Timur dan Tagana (Taruna Siaga Bencana),” ujar Benny.

Ia menambahkan, untuk membantu proses evakuasi di lokasi bencana tanah longsor, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga mengirim dua alat berat yakni eskavator.

“(Eskavator) yang kecil diambilkan dari UPT Bina Marga di Madiun. Sedangkan yang besar disewakan,” ujarnya.

Rifan Financindo Berjangka