PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Tekanan Jual Masih Ada, IHSG Berkurang 7 Poin

ihsg6

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang 7 poin akibat aksi jual yang dilakukan investor asing. Investor domestik masih terus berburu saham.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka
per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.220 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG melemah tipis 7,086 poin (0,14%) ke level 5.230,315. Sedangkan Indeks LQ45 turun tipis 1,805 poin (0,16%) ke level 908,800.

Mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (28/5/2015), IHSG dibuka menipis 4,447 poin (0,08%) ke level 5.232,954. Indeks LQ45 dibuka berkurang 1,406 poin (0,15%) ke level 908,851.

Saham-saham komoditas yang harganya kemarin turun jadi incaran investor domestik. Lima sektor bisa menguat, dan lima sektor lainnya melemah.

Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG terpangkas 3,330 poin (0,06%) ke level 5.234,071. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 1,157 poin (0,13%) ke level 908,946.

Kemarin IHSG berkurang 15 poin terkena aksi ambil untung investor asing. Dana asing pun Rp 480 miliar ditarik keluar lantai bursa.

Wall Street semalam berakhir negatif pada perdagangan Kamis. Investor khawatir soal nasib penyelesaian utang Yunani, yang belum menemui jalan keluar.

Sentimen negatif dari pasar global itu membuat bursa-bursa di Asia rata-rata melemah pagi hari ini. Hanya bursa saham Jepang yang masih bisa naik.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 52,42 poin (0,26%) ke level 20.603,88.
  • Indeks Hang Seng menipis 4,96 poin (0,02%) ke level 27.449,35.
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 12,15 poin (0,26%) ke level 4.608,11.
  • Indeks Straits Times berkurang 23,42 poin (0,69%) ke level 3.394,35.

Pembukaan Perdagangan oleh Presiden Universitas Indiana

Pembukaan perdagangan kali ini dilakukan Presiden Universitas Indiana, AS, Michael A. McRobbie yang didampingi oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida, dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Samsul Hidayat.

“Saya melihat perkembangan pasar modal di Indonesia sangat mengagumkan, sudah tercatat ada 511 perusahaan yang sudah terdaftar di bursa Indonesia hanya dalam kurun waktu 30 tahun,” ujarnya menjelang pembukaan perdagangan.

Sumber: http://finance.detik.com/