PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Tepat, Langkah BI Pertahankan Suku Bunga

1359352091111-PERMATA3780x3901

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop mengatakan langkah Bank Indonesia untuk tetap mempertahankan suku bunga bank sentral (BI Rate) tetap di 7,5 persen, sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, angka defisit transaksi berjalan masih tinggi, yakni sekitar 3 persen dari PDB. ” Menurut saya keputusan mempertahankan itu bukanlah kejutan. Alasannya adalah apa yang sedang terjadi di faktor risiko eksternal. Jika Anda melihat defisit transaksi berjalan (CAD) itu masih tinggi sekitar 3 persen. Kita lihat juga ada depresiasi dari mata uang rupiah dan menguatnya dollar AS,” jelas Ndiame dalam acara Indonesia Economic Quarterly (IEQ) di Jakarta, Rabu (18/3/2015).

Ndiame menambahkan, jika BI Rate turun, hal itu justru akan menyebabkan masalah pada alur portofolio Indonesia. Kemudian, fakta menunjukkan bahwa tingkat inflasi di Indonesia masih tinggi.? Berdasarkan data dari Bank Indonesia hingga Februari 2015, tercatat tingkat inflasi sebesar 6,29 persen.

Lebih lanjut lagi, Ndiame mengatakan pertimbangan selanjutnya adalah kemungkinan suku bunga The Fed (Bank Sentral AS) yang akan naik pada pertengahan tahun ini. Selain itu, menurut dia, jika BI ingin menurunkan suku bunga, hal tersebut harus disertai dengan masuknya permodalan dari investasi demi menjaga defisit transaksi berjalan. “Kami (Bank Dunia) paham bahwa mendorong investasi domestik itu penting, tapi BI dengan pemerintah harus menolong satu sama lain. Karena jika BI akan menurunkan suku bunganya, harus disertai reformasi kebijakan struktural untuk mengurangi defisit transaksi berjalan. Jika, investasi modal sudah datang ke Indonesia dan stabilitas defisit transaksi berjalan terjaga, menurut saya tidak ada alasan lagi bagi BI untuk tetap mematok suku bunga yang tinggi,” jelas Ndiame.

Sumber:?http://bisniskeuangan.kompas.com/