PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

‘Timnas U-19 Jadi Dasar Sepakbola Indonesia di Masa Depan’

garudamuda

Jakarta, Rifan Financindo – Meski gagal total di Piala Asia U-19, ada hikmah yang bisa diambil di mana gaya main Evan Dimas dkk. bisa jadi contoh yang bagus untuk timnas Indonesia ke depannya.
Timnas U-19 gagal total di Myanmar setelah menuntaskan turnamen itu sebagai juru kunci Grup B. Selalu kalah di tiga laga dari Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab, timnas kebobolan delapan gol dan hanya bikin dua gol.
Sebuah hasil yang dibilang tak sesuai harapan mengingat target awal tim ini berangkat ke sana adalah bisa lolos ke semifinal sekaligus menyegel tiket ke Piala Dunia U-20.
Namun ada secercah harapan di balik buruknya penampilan timnas di Piala Asia U-19. Sejak awal timnas ini naik daun, memang gaya bermain mereka lah yang menuai puja-puji.
Di tengah prestasi yang minim serta gaya main yang gitu-gitu aja, anak asuh Indra Sjafri ini menampilkan sesuatu yang berbeda. Cara mereka bermain disebut-sebut layaknya sedang melihat Barcelona dengan gaya tiki-takanya.
Maka dari itu diharapkan Timnas U-19 bisa jadi dasar untuk gaya main sepakbola Indonesia di masa mendatang.
“Dari sisi permainan, saya melihat timnas U-19 merupakan prototype untuk permainan sepakbola Indonesia ke depannya. Saya saja sudah mulai menerapkan cara bermain seperti itu untuk anak-anak 8 hingga 10 tahun. Pergerakan pendek, cepat, dan rapat. Ini cocok untuk pola permainan di Indonesia. Cocok untuk faktor tubuh dan faktor psikologis untuk kondisi para pemain,” tutur Ketua Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI) Taufik Jursal kepada detiksport, Rabu (15/10) pagi WIB.
“Kembali ke Piala Asia kemarin, kalau mau jujur kita lihat secara teknis kita masih jauh satu tingkat di bawah mereka. Kita bisa lihat Uzbekistan main, walau mereka dapat tekanan tapi tetap tenang. Australia walau cuma menang 1-0 tapi mainnya bagus. Lawan UEA itu sudah drop mental para pemainnya. Secara keseluruhan penilaian dari sisi positif, kita punya pondasi untuk tim SEA Games 2015 dan Asian Games 2018. Hasil buruk ini bukan kiamat lah,” sambungnya.
“kita sudah punya prototype untuk masa depan, karena saya sebagai Ketua ASSBI ingin mencontohkan kepada para anak-anak SSB usia 8-10. Timnas U-19 ini adalah karya ilmiah untuk timnas-timnas ke depannya. Memang belum sempurna tapi setidaknya bisa jadi contoh gaya bermain dan tentuny ada perbaikan di sana-sini,” demikian dia.
Sumber : http://sport.detik.com/