PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Trading Berjangka Kopi Ternyata Belum Maksimal

pialang berjangka

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -?Sebagai negara yang menjadi salah satu sumber kopi terbesar di dunia, Indonesia bisa dibilang masih ketinggalan dalam hal trading berjangka komoditas kopi. Hal ini sangat disayangkan, karena jika semakin banyak masyarakat yang berminat berinvestasi di perusahaan pialang berjangka lewat komoditas kopi, maka lama kelamaan harga kopi di bursa trading berjangka tak akan lagi didominasi oleh harga luar negeri seperti Amerika. Hal ini bisa jadi karena kurangnya wawasan atau minat di bidang investasi trading dalam komoditas kopi.

Tahun 2014, bursa komoditas baru akan dibuka termasuk untuk kopi, namun sejauh ini peminatnya baru berupa kelompok atau asosiasi yang berkaitan dengan perkebunan dan produksi kopi. Tidak banyak masyarakat awam yang mau melakukan trading komoditas bersama perusahaan pialang berjangka, bahkan petani kopi. Padahal, sebagai komoditas yang melibatkan serah terima produk secara fisik (bukan nilainya saja), hal ini bisa sangat menguntungkan petani dan pedagang kopi.

 

Transaksi Fisik dari Bursa Komoditas

BBJ mencatat bahwa dari semua jenis transaksi kontrak berjangka yang terjadi, baru 15 persen saja yang merupakan transaksi yang melibatkan serah terima fisik seperti produk nyata (kopi, kakao, karet dan sebagainya), atau yang biasa disebut sebagai transaksi multilateral. Kebanyakan masyarakat yang bukan asosiasi yang berkaitan dengan suatu komoditas masih senang mengambil bentuk investasi yang hasilnya berupa tukar menukar nilai saja (bilateral).

Padahal, jika anggota masyarakat yang sangat tergantung pada kopi seperti petani, perusahaan ekspor dan pemilik industri kopi siap minum mau ikut bergabung dalam investasi trading fisik bersama pialang berjangka, mereka bisa memanfaatkan hal tersebut untuk keuntungan sendiri, misalnya untuk mendapat stok kopi dengan harga yang bagus dan menghindari defisit produk di masa-masa ketika pasar sedang labil atau antisipasi terhadap cuaca buruk yang bisa memengaruhi panen kopi.

Dengan semakin beragam bentuk transaksi dan komoditas yang diperdagangkan, akan semakin beragam keuntungan yang diperoleh oleh berbagai pihak. Investasi ini pun bisa sangat menyokong perekonomian Indonesia. Malah, jika semakin banyak masyarakat Indonesia yang mau bertransaksi di bidang komoditas kopi, akan membantu bursa saham berjangka komoditas membuat referensi harga yang lebih baik berdasarkan harga di Indonesia, bukan malah di luar negeri seperti Amerika. Hal ini ke depannya akan lebih membantu agar dunia trading memiliki referensi lokal untuk harga pasar.

 

Penyebab Kopi Kurang Diminati

Ada beberapa penyebab mengapa masyarakat awam enggan mengambil program trading bersama pialang berjangka yang menawarkan komoditas kopi. Pertama, karena merupakan komoditas fisik yang dalam 1 lot jumlahnya bisa sampai 5 ton, kebanyakan orang tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan kopi yang dimilikinya sehingga dianggap kurang praktis bagi masyarakat awam.Yang kedua, kopi tidak bisa dipasarkan secara eceran, sehingga lagi-lagi kurang bisa menjangkau masyarakat yang bukan pelaku usaha di bidang kopi. Masyarakat biasanya lebih berminat pada emas dengan satuan kecil atau mata uang asing.

Akhirnya, program edukasi dan informasi untuk masyarakat awam mengenai trading berjangka dengan komoditas kopi masih kurang bila dibandingkan dengan promosi dan informasi serupa mengenai trading yang sifat transaksinya bilateral. Hal ini membuat banyak orang tak mau ambil resiko dan memilih yang aman saja (trading berjangka sendiri saja sudah cukup beresiko).

Dengan adanya rencana pembukaan lot trading baru untuk kopi di tahun 2014, harapannya adalah masyarakat awam yang bukan asosiasi dan pelaku industri kopi sebaiknya mulai memeprtimbangkan untuk mencoba trading bersama pialang berjangka yang menjual komoditas.