PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Wall Street Anjlok Hampir 3% Terhantam Ekonomi China


Traders work on the floor of the NYSE in New YorkJakarta, Rifan Financindo Berjangka
– Bursa saham di Amerika Serikat (AS) kembali bergejolak dengan adanya kekhawatiran perekonomian China. Indeks saham di Wall Street hampir 3 persen karena adanya aksi jual.

Indeks S&P 500 turun lebih rendah karena perlambatan ekonomi global dan rencana kenaikan suku bunga. S&P 500 mencatat penurunan terburuk sejak 24 Agustus dengan penurunan 3,94 persen.

“Faktanya kami lihat ada penurunan selama Agustus, dan ini terjadi lagi. Ketidakpastian soal China berlanjut,” kata managing director Beam Capital Management LLC, Mohannad Aama, dilansir dari Reuters, Rabu (2/9/2015).

Sektor manufaktur di China turun sepanjang Agustus. Data lain juga memperlihatkan adanya perlambatnya dari sektor manufaktur di AS.

Kekhawatiran bertambah, karena Managing Director International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde mengatakan, pertumbuhan ekonomi dunia akan makin melambat dari yang diperkirakan beberapa bulan lalu.

Indeks Dow Jones turun 2,84 persen menjadi 16.058,35. Indeks S&P 500 turun 2,96 persen menjadi 1.913,85. Sementara indeks Nasdaq turun 2,94 persen menjadi 4.636,11.

Sumber:?http://economy.okezone.com/