PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

Wall Street Melemah Terpukul Anjloknya Bursa China

Traders work on the floor of the NYSE in New York

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Kamis. Hal ini dikarenakan ketidakpastian pembicaraan utang Yunani dan penurunan tajam saham China.

Mengutip laman reuters, New York (29/5/2015), tujuh dari 10 sektor terbesar S&P 500 melemah dengan sektor industri melemah 0,4 persen sehari setelah Nasdaq mencetak rekor tertingginya.

Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum Yunani dan kreditur internasional bisa meraih kesepakatan.

Pemerintah Yunani mengatakan hal ini bertujuan untuk dapat kesepakatan pemberian pinjaman pada Minggu.

“Semua orang keluar dengan cerita yang berbeda. Saya mencari komentar Uni Eropa-disahkan bukan sesuatu yang datang dari Yunani menjadi semacam wasit final pada apa sentimen benar-benar berkaitan dengan resolusi,” kata kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott di Philadelphia, Mark Luschini.

Dow Jones Industrial Average turun 36,87 poin atau 0,2 persen ke 18.126,12, S&P 500 kehilangan 2,69 poin atau 0,13 persen ke 2.120,79 dan Nasdaq Composite turun 8,62 poin atau 0,17 persen ke 5.097,98.

Di China, indeks anjlok 6 persen setelah beberapa kebijakan memperketat persyaraatan margin trading yang bertujuan membatasi risiko di pasar yang mengecewakan.

Investor juga berhati-hati sebelum membaca Jumat pada produk domestik bruto.

Sumber: http://economy.okezone.com/