PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

WTI ditransaksikan Mendekati Level Enam Bulan Terendahnya Jelang Rilis Data Ekonomi

wti turun

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditransaksikan mendekati harga terendah dalam enam bulan terakhir sebelum rilis data yang akan membari sinyal tentang kekuatan ekonomi di AS, konsumen minyak terbesar di dunia. Brent stabil di London.
WTI berjangka stagnan di New York pasca mencatat penurunan tajam dalam tujuh bulan terakhir pada jumat lalu. Markit Economics indeks pembelian manajer untuk jasa AS akan dirilis besok, sedangkan data pesanan pabrik juga dijadwalkan dirilis pekan ini. Di Irak, militan menguasai dua ladang minyak di utara setelah bentrokan, menurut Northern Oil Co.
Minyak WTI untuk pengiriman September berada di level $97,89 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik sebesar 1 sen pukul 11:39 waktu Sydney. Kontrak turun sebesar 0,3 persen ke level $97,88 pada jumat lalu, penutupan terendah sejak 6 Februari lalu. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sebesar 8 persen di atas rata-rata 100 hari. Harga minyak WTI turun sebesar 4,1 persen pekan lalu.
Minyak Brent untuk pengiriman September naik 18 sen, atau sebesar 0,2 persen, ke level $105,02 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Minyak mentah acuan Eropa ditransaksikan lebih tinggi sebesar $7,05 dibandingakan minyak WTI. Itu ditutup pada level $6,96 pada 1 Agustus lalu.
Ladang minyak Ain Zala dan Batma, yang masing-masing memiliki output sebesar 30.000 barel per hari, berada di bawah kontrol penuh dari Negara Islam, breakaway kelompok al-Qaeda, sebuah pernyataan oleh negara yang dikelola Northern Oil Co menunjukkan. Para militan Islam Sunni bulan lalu menduduki lading minyak Qayyara utara Baghdad.
Sumber: Bloomberg