PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

WTI Rebound Setelah Turun ke Level Terendah 17 Bulan

minyak-wti-naik

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) rebound setelah turun ke level terendah dalam lebih dari 17 bulan kemarin setelah persediaan minyak mentah AS mengalami lonjakan terbesar sejak bulan April.
Minyak berjangka naik sebanyak 0,7% di New York, untuk mengakhiri penurunan dua hari. Stok minyak mentah AS naik sekitar 5 juta barel pada minggu yang berakhir 3 Oktober, menurut laporan dari Energy Information Administration kemarin. Dalam survei Bloomberg, mereka memproyeksikan kenaikan sebesar 2 juta barel. Minyak Brent di London berada di bear market di tengah spekulasi meningkatnya pasokan global yang akan lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan yang melambat.
WTI untuk pengiriman November naik sebanyak 57 sen menjadi $ 87,88 per barel di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange dan berada di $ 87,75 pada pukul 10:23 pagi waktu Sydney. Kontrak minyak mentah merosot ke level $ 87,31 kemarin, penutupan terendah sejak April 2013. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 44% di bawah rata-rata 100 hari. Harga minyak mentah telah turun sekitar 11% dalam tahun ini.
Brent untuk pengiriman November turun 73 sen, atau 0,8%, ke $ 91,38 per barel di bursa ICE Futures Europe exchange kemarin. Brent menetap sekitar 21% di bawah puncaknya pada bulan Juni, menemui definisi umum dari bear market. Minyak mentah acauan Eropa mengakhiri sesi lebih besar $ 4,07 dari WTI.

 

Sumber : Bloomberg